Berita

foto:net

Mau Dilebur, Serikat Pekerja Sawit Protes

JUMAT, 13 MEI 2016 | 08:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Serikat Pekerja Perkebunan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (SPBUNPPKS) menentang ren­cana pemerintah yang mau me­lebur lembaganya dengan pusat penelitian yang lain menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Peleburan tersebut dinilai akan mengkerdilkan penelitian dan pengelolaan sawit di Indonesia.

"SPBUN PPKS menolak upaya tersebut, karena akan mengkerdilkan peran PPKS di tengah makin strategisnya peran Litbang bagi pertanian dan industri sawit nasional. Apalagi, hingga kini PPKS adalah satu-satunya pusat penelitian di Indonesia," tegas Ketua SPBUN PPKS, Ilham Lubis.

Menurutnya, selama ini PPKS telah menyuplai bibit bagi seki­tar 6 juta hektar kebun sawit dari 11 jutaan kebun sawit BUMN, swasta, dan kebun rakyat di Indonesia. Sayangnya, peran PPKS malah disia-siakan. Saat ini malah muncul wacana PPSK disatukan dengan lembaga pene­litian seperti kakao dan karet.


Pihaknya berharap, ujar Ilham, PPKS justru dikembangkan agar perannya bisa makin strategis. Sebab, hingga saat ini PPKS belum punya status kelembagaan yang jelas, antara di PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Kementerian Pertanian (Kementan), dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupkan anak perusahaan PTPN.

"Di tengah moratorium per­luasan lahan sawit, terkait isu global warming, peran Litbang amat penting agar produktivi­tas meningkat. Dengan peran Litbang, Indonesia bisa beralih dari negara pengekspor CPO menjadi pengekspor produk turunan sehingga makin bernilai tambah," jelas Ilham.

Ilham justru menyarankan pe­merintah menjadikan PPKS se­bagai BUMN tersendiri. Dengan begitu, PPKS punya cukup kewenangan untuk mengem­bangkan hilirisasi sawit.

"PPKS bersama PTPN1 sam­pai 14, termasuk holding PTPN ingin PPKS menjadi BUMN tersendiri dengan tetap memer­ankan fungsi Litbang di bawah Balitbang Kementan," tandas­nya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya