Berita

Bisnis

Nelayan Seluruh Indonesia Akan Nikmati Konverter Kit Lokal

KAMIS, 12 MEI 2016 | 15:33 WIB | LAPORAN:

Kabar gembira bagi seluruh nelayan tradisional Indonesia. Kini telah hadir konverter kit BBM ke gas untuk kapal nelayan karya anak bangsa, Amin Ben Gas dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pemerintah dipastikan akan mengawal konverter kit hasil karya anak bangsa bisa didistribusikan ke nelayan-nelayan seluruh Indonesia. Pabrik pembuatannya di Balaraja, Cikarang. Namun, saingan konverter kit Amin Ben Gas (ABG) tersebut mendapat penantang serius, yakni barang serupa dari luar negeri alias impor.

Deputi II Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono mengatakan, produk konverter kit ABG ini tidak kalah saing dengan barang impor.


"Kalau produksi lokal ini bisa berkembang, kenapa tidak kita angkat. Nelayan-nelayan ternyata mereka senang menggunakan ini," kata Agung di Kubu Raya, Kalbar, Kamis (12/5).

Sebagai koordinator bidang maritim, Kemenko Maritim dan Sumber Daya, ditegaskan Agung akan mengawal eksistensi konverter kit ABG sebagai bukti nyata dari program Presiden Jokowi yang ingin mengalihkan penggunaan BBM ke gas.

Salah satu langkah konkretnya, Kemenko Maritim akan menyisipkan konverter kit ABG dalam pembagian 3.200 kapal ke nelayan yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"KKP punya program 3.200 kapal. Kapal yang gross-tonnya 5-10 itu bisa memakai konverter ini. Kenapa ini tidak di link kan saja. Ternyata konverter kit ini yang menangani kementerian ESDM. Tugas kami dipusat mengumpulkan penggede-penggede ini supaya programnya bisa sinergi," jelas Agung.

Saat ini, para nelayan masih menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram untuk bahan bakar perahu mereka. Ke depan, Kemenko Maritim akan mendorong Kementerian ESDM sebagai leading sector, menyediakan supply gas khusus untuk nelayan, untuk mendukung alih BBM ke gas ini. Penggunaan gas untuk rumah tangga sudah memiliki acuan Perpres hingga 2018.

"Kita memastikan dengan teman-teman ESDM, untuk supply gas nya ada. Kita bicarakan juga dengan Pertamina. Di lapangan ini digunakan, supply gasnya harus ada. Jangan sampai rebutan dengan gas rumah tangga. Intinya kalau konverter kit bisa disebarkan, gasnya jangan sampai hilang," pungkas Agung.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya