Berita

Bisnis

Kemenko Maritim Kawal Konverter Kit Untuk Nelayan

KAMIS, 12 MEI 2016 | 12:03 WIB | LAPORAN:

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya akan mengawal pemanfaatan konverter kit BBM ke gas oleh nelayan.

Hal ini menjadi salah satu fokus kementerian yang dipimpin oleh Rizal Ramli, karena konverter kit BBM ke gas sangat bermanfaat bagi nelayan. Terbukti di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Nelayan di sini sehari-hari menggunakan tabung gas LPG melintasi Sungai Jeruji, Sungai Itik, hingga ke Sungai Kakap yang merupakan pertemuan aliran sungai menuju Laut Kakap.

Secara khusus, Deputi II Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono melihat langsung penggunakan konverter kit yang konon sangat menguntungkan bagi nelayan. Para nelayan setidaknya bisa menghemat ongkos mencari ikan hingga 40 persen, apalagi emisi gas lebih ramah lingkungan dibandingkan solar atau bensin.


Penggunaan konverter kit BBM ke gas bagi perahu nelayan secara umum persis seperti konsep di mobil yang sudah mulai bermunculan. Terlebih konverter karya Amin Ben itu juga sudah memiliki sertifikat SNI.

Satu tabung gas 3 kilogram setara dengan nelayan melaut menghabiskan 12 liter bensin. Konverter kit ini juga sudah memiliki pabrik sendiri dan sedang menanti pemerintah agar bisa terdistribusikan ke seluruh nelayan di Indonesia.

"Kementerian kita dengan KKP mendukung penuh, agar konverter kit karya anak bangsa ini tidak tersaingi oleh barang impor. Sudah di SNI-kan, tapi karena akan masuk pasar, kita harus kawal," ujar Agung di Kubu Raya, Kalimantan, Kamis (12/5).

Agung berpendapat, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menolak konverter kit karena ini sangat menunjang program alih BBM menuju gas yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis.

"Satu tabung gas, bisa bertahan 2-3 hari untuk nelayan. Sebelum berangkat mereka sudah bisa saving 70 ribu rupiah, dibandingkan menggunakan bensin atau solar," kata Agung lagi.

Apalagi, lanjut Agung, Kemenko Maritim dan Sumber Daya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah kompak untuk mengawal konverter kit bagi nelayan ini. Hanya saja masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian ESDM agar ketersediaan gas bagi nelayan bisa disiapkan.

"Selama ini masih menggunakan elpiji rumah tangga, jadi nanti kita dorong agar tidak rebutan dengan elpigi rumah tangga lagi, harus ada gas khusus buat nelayan," pungkasnya.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya