Berita

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasu­tion:net

Bisnis

Darmin Siapkan Paket Ekonomi XIII

Banyak Investor Batal Tanam Modal
KAMIS, 12 MEI 2016 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah berjanji akan terus memangkas proses perizinan. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti banyaknya calon investor batal merealisasikan komitmen investasi karena mereka enggan urus perizinan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasu­tion mengungkapkan, pihaknya tengah meracik paket kebijakan ekonomi XIII. Menurutnya, pa­ket kali ini lebih fokus pada pe­mangkasan prosedur investasi.

"Selama ini deregulasi baru pada tingkatan penyederhanaan izin investasi, izin usaha, logis­tik, ekspor, impor. Kami akan masuk ke setiap sektor per sek­tor termasuk di daerah, masuk ke prosedur," ujar Darmin di Jakarta, kemarin.


Darmin mengatakan, dirinya telah menugaskan bawahan­nya untuk mempelajari detail perizinan investasi mulai dari pemerintah daerah sampai ke pusat. Jika ternyata perizinan terlalu berbelit, maka aturan tersebut akan dihapus.

Dia menilai, tidak masuk akal bila untuk ngurus 1 izin usaha, tetapi harus melalui 10 proses. "Nah itu yang mau kami perjelas, mau disederhanakan. Paling tidak, harus lebih pasti supaya investor tahu berapa lama urusannya," paparnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah akan membedakan birokrasi perizinan bagi masing-masing kelompok usaha berdasarkan skala. "Untuk usaha kecil harus lebih mudah dalam memperoleh kemudahan dalam proses izin," katanya.

JK mengatakan, hambatan pengusaha dalam melakukan kegiatan bisnis di Indonesia karena terlalu banyak aturan. Sebab itu, aturan harus diseder­hanakan menjadi lebih mudah.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah akan segera melakukan evaluasi paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan.

Pramono menerangkan, evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). "Kami ingin melihat pandangan pelaku usaha, apakah mereka menga­lami hambatan dalam prizinan," kata Pramono. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya