Berita

Bisnis

IKPP Sulap Kayu Bekas Peti Kemas Jadi Meja Kursi Sekolah

RABU, 11 MEI 2016 | 15:30 WIB | LAPORAN:

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui unit industrinya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang (IKPP Serang) secara konsisten melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) berbasis pendidikan. Salah satunya melalui pemberian meja dan kursi bagi Sekolah Dasar (SD) di wilayah sekitar kawasan IKPP Serang atau yang dikenal dengan program meubelair.

"Program meubelair ini tidak serta merta kami membelikan kursi dan meja sekolah dari luar kemudian dibagikan kepada sekolah di sekitar pabrik, tapi kami memanfaatkan dan mengolah kayu bekas yang tidak terpakai dari pabrik dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengrajin meubel kursi dan meja sekolah," ungkap Kepala CSR IKPP Serang, Dani Kusumah di sela penyerahan bantuan di SDN Jeruk Tipis 3 dan 1, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang dihadiri Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah beserta unsur Muspida dan Muspika terkait.

Program yang telah dijalankan sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 telah menyalurkan lebih dari 960 set bagi 25 SD, di mana satu set terdiri dari satu meja dan dua kursi. Sedangkan untuk tahun 2016 akan menyalurkan 380 set.


"Satu set meubel, jika kita beli jadi diluar harganya sekitar Rp. 700 ribu, sementara dengan adanya program ini, untuk jumlah yang sama, biaya produksinya berkisar Rp 250 ribu, dengan kualitas kayu yang lebih baik," papar Dani.

Dani menambahkan, program yang digagas IKPP Serang ini selain memberi manfaat kepada sekolah penerima dan pengrajin meubel, juga bernilai tambah bagi perusahaan. Pasalnya bahan utama dari berasal dari kayu peti kemas (pallet) yang tidak terpakai.

"Walaupun kayu bekas peti kemas, karena menggunakan jati belanda, kualitasnya cukup baik. Dengan begitu, kami berharap set (meja dan kursi) meubel yang kami sumbangkan dapat bertahan lama," terang Dani.

Sementara itu Direktur IKPP Serang, Heppy Moiras mengatakan, program CSR meubelair yang berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dirancang sebagai pengabdian pihaknya di bidang pendidikan, dari sisi pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan.

"Agar program ini berkelanjutan dan tetap berkualitas, kami juga memasukkannya sebagai Key Performance Indicator (KPI) unit kerja terkait," kata Heppy melalui siaran pers.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya