Berita

net

Bisnis

Pemerintah Harus Segera Realisasikan Holding BUMN Energi

SELASA, 10 MEI 2016 | 16:56 WIB | LAPORAN:

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendesak pemerintah agar cepat merealisasikan pembentukan holding BUMN Energi, ketimbang fokus melebur Pertagas ke Perusahaan Gas Negara (PGN). Pasalnya, holding tersebut sangat dibutuhkan agar paket kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo bisa berjalan, terutama yang terkait energi.

"Saat ini paket kebijakan ekonomi tidak bisa berjalan karena tidak ada yang menjadi moderator. Makanya, holding BUMN energi sangat mendesak dan kalau bisa setelah 17 Agustus semua sudah harus tuntas," kata Wakil Ketua Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia Achmad Widjaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/5).

Menurutnya, terdapat tiga hal yang harus diprioritaskan dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah. Yakni terkait refinery, terkait energi terbarukan, dan terkait konversi gas pada kendaraan bermotor. Semua prioritas tersebut masih menunggu siapa yang akan menjadi moderator. Sehingga kalau holding tertunda maka akan menghambat paket kebijakan ekonomi tersebut.


Salah satu akibat tertundanya pelaksanaan paket kebijakan ekonomi adalah harga gas yang masih tinggi, baik untuk industri maupun rumah tangga. Tingginya harga gas karena kebijakan harga seperti yang digarisbawahi dalam paket ekonomi tersebut juga tidak bisa dilaksanakan.

Widjaya menjelaskan, holding memang membuat Pertamina sebagai induk menjadi lebih efisien. Efisiensi terjadi antara lain karena holding akan menghilangkan tumpang tindih antara Pertagas dan PGN seperti yang selama ini terjadi.

"Tanpa holding, maka pipanisasi di Indonesia akan tumpang tindih. Karena BUMN-nya saja tumpang tindih," katanya.

Seperti diketahui, PGN saat ini adalah investor yang harus mencari keuntungan, sehingga harga gas menjadi tinggi.

"Nah, di dalam paket holding BUMN itulah harus ditegaskan mengenai satu pintu kebijakan," beber Widjaya.

Keberadaan holding BUMN energi diyakini akan mampu menyatukan persepsi kebijakan yang diterapkan dari hulu sampai hilir. Hal ini akan berbeda dengan saat ini, di mana kebijakan terkait upstream dan downstream, masing-masing berjalan sendiri.

"Dengan adanya holding akan jelas arah kebijakan energi, ini penting. Terlebih saat ini investor-investor hulu sedang kabur karena harga minyak yang turun," jelas Widjaya.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumatera Utara berharap, pembentukan holding BUMN energi bisa menurunkan harga gas di provinsi itu. Karena saat ini, harga gas di Sumut sangat mahal yakni berada di kisaran USD 12 per mmbtu.

"Yang penting bagi industri di Sumut adalah harga gas yang turun. Kami berharap itu bisa dilakukan dengan adanya holding," kata Ketua Apigas Sumut Johan Brien.

Selain itu, dengan adanya holding tidak akan ada lagi praktik dagang kartel yang selama ini sudah menyengsarakan buruh dan industri pemakai gas.

"Selama ini, hal itulah yang dilakukan PGN. Selain melakukan praktik kartel mereka juga tidak transparan, tidak profesional, dan sangat sewenang-wenang dalam menetapkan harga," jelas Johan. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya