Berita

joko widodo/net

Bisnis

Jokowi Jelaskan Percepatan Pembangunan Ke S&P Global Ratings

SELASA, 10 MEI 2016 | 16:39 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan delegasi Standard & Poor's (S&P) Global Ratings, di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 10/5).

Dalam pertemuan tersebut Presiden didampingi Menteri Keuangan Bambang  Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.

Kunjungan dari lembaga pemeringkat terbesar dan tertua di dunia tersebut dimaksudkan untuk kunjungan berkala sekaligus melakukan penilaian terhadap peringkat investasi di Indonesia. Diketahui, Indonesia sampai dengan saat ini masih belum mendapatkan predikat layak investasi dari lembaga tersebut.


"Tahun ini mereka ingin melihat apakah kita sudah melakukan perbaikan-perbaikan di dalam berbagai bidang, baik pengelolaan ekonomi, pengelolaan keuangan negara, maupun hubungan pemerintah pusat dan daerah," jelas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan pers usai mendampingi Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, kepada S&P Presiden menekankan percepatan pembangunan infrastruktur dan menyampaikan contoh proyek yang telah mangkrak selama bertahun-tahun untuk kemudian dilanjutkan kembali dalam waktu yang relatif singkat.

"Presiden menekankan bahwa yang menjadi fokus saat ini adalah bagaimana kita mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Kemudian presiden juga menyampaikan contoh-contoh proyek yang sudah mangkrak sejak lama tetapi dalam masa pemerintahan ini telah berhasil diselesaikan, seperti Waduk Jatigede dan Tol Transjawa," terangnya, seperti diinformasikan Tim Komunikasi Presiden.

Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sangat mendorong penanaman investasi di dalam negeru. Salah satu hal yang menandai hal tersebut adalah diterbitkannya paket kebijakan ekonomi untuk memperbaiki iklim usaha.

Pihak S&P sendiri mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia atas usaha yang telah dilakukan.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong yang turut mendampingi Presiden pertemuan tersebut menambahkan bahwa presiden memfokuskan program reformasi ekonomi kepada dua prinsip utama, yaitu keterbukaan dan kompetisi.

"Kami juga menerangkan sudah terjadi perubahan filsafat yang total, yang tadinya tertutup menjadi lebih terbuka," ujar Thomas. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya