Berita

FOTO :NET

Bisnis

Inilah Strategi Kemenaker Penuhi Janji Kampanye Jokowi

SELASA, 10 MEI 2016 | 11:37 WIB | LAPORAN:

Salah satu janji Jokowi dalam kampanye Pilpres 2014 lalu adalah menyediakan 10 juta kesempatan kerja di Indonesia.

Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sangat optimis target dari Presiden Jokowi itu bisa tercapai. Salah satu upaya dengan membuat sistem yang berguna untuk menginformasikan data kesempatan kerja ke publik.

Hal ini dijelaskan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Bina Penta) dan Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) Kemenaker, Hery Sudarmanto dalam dialog Nawacita 10 juta Kesempatan Kerja, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/5).


"Kita punya janji 10 juga tenaga kerja harus terserap. Presiden Jokowi berjanji akan hal itu selama lima tahun. 2 juta kesempatan kerja dalam setahun," kata Hery.

Hery menyebutkan, Kemenaker telah berkoordinasi dengan seluruh pihak yang meliputi 34 kementerian, 34 lembaga pemerintah non kementerian, 121 BUMN, 15 pengelola kawasan industri, Kadin, Apindo, JICA, ILO untuk bersama-sama mendata kesempatan kerja yang tersedia. Melalui sisitem ini semua data penciptaan lapangan kerja dapat termonitor, terukur dan tercatat dengan baik.

Acuannya Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2013 tentang perluasan kesempatan kerja, di mana di pasal 12 ayat (1), kewajiban pemerintah, Pemda, BUMN, BUMD, Swasta melaporkan perluasan kesempatan kerja.

Kemudian, di dalam 12 paket kebijakan ekonomi Presiden Jokowi, salah satunya adalah tercipta kesempatan kerja. Pertamina contohnya, akan menciptakan kesempatan kerja sebesar 10 ribu.

Angkasa Pura sebanya 3.500 tenaga kerja membangun terminal tiga Bandara Soekarno Hatta. Sama halnya dengan pembangunan infrastruktur lainnya, jelas Hery.

"Data kesempatan kerja sangat diperlukan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, juga  akan menciptakan rasa optimisme masyarakat akan pertumbuhan ekonomi, dapat juga dipetakan karakteristik kesempatan kerja, dan perencanaan penggunaan tenaga kerja akan lebih akurat," papar Hery.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya