Berita

Hukum

Pejabat K-PUPR Dicecar Terkait Politikus PAN

SENIN, 09 MEI 2016 | 21:50 WIB | LAPORAN:

Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, A. Hasanudin, selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek jalan di Kemenpupera dengan tersangka anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto.

Meski diperiksa sebagai saksi Budi Supriyanti, dalam pemeriksaan anak buah Menteri Basuki Hadimuljono itu juga ditanyakan mengenai sejumlah proyek dari program aspirasi anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Andi Taufan Tiro, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka KPK.

"(Penyidik) Nanya ini aja, Pak Andi aja," ujar Hasanudin seusai pemeriksaan di luar Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/5).


Lebih lanjut, Hasanudin mengaku dicecar penyidik soal sejumlah proyek dari program aspirasi yang didorong oleh Andi Taufan Tiro. "Ditanya lokasi proyek (Andi Taufan Tiro)," singkatnya.

Mengenai anggota Komisi V yang ikut terlibat dalam kasus dugaan suap proyek Kempupera, Hasanudin mengaku tidak ditanyakan penyidik KPK.

Dalam kasus dugaan suap proyek di Kemenpupera, KPK sudah menetapkan tujuh orang tersangka. Tiga diantaranya merupakan wakil rakyat yang duduk di Senayan

Mereka adalah, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto serta Andi Taufan Tiro.

Selanjutnya Direktur PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, dua staf Damayanti di Komisi V DPR RI, yakni Dessy A Edwin serta Julia Prasetyarini sebagai perantara suap. Kemudian Amran Hi Mustari‎, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara yang resmi menyandang status tersangka.

Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir diduga memberikan suap kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp13,78 miliar dan 202.816 dolar Singapura.

Untuk anggota Komisi V DPR RI Andi Taufan Tiro, Abdul memberikan uang sebesar Rp7,4 miliar. Kepada anggota Komisi V DPR RI Musa Zainuddin, Abdul memberikan sebesar Rp7 miliar.

Abdul juga menyerahkan uang sebesar Rp4,28 miliar kepada anggota Komisi V DPR RI Damayanti Wisnu Putranti serta uang 305 ribu dolar Singapura kepada anggota DPR RI Budi Supriyanto. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya