Berita

foto: net

Politik

Ketum Golkar Terpilih Diharap Peduli Seni Budaya Tradisional

SENIN, 09 MEI 2016 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali pada 15-17 Mei 2016 diharapkan akan mampu memilih Ketua Umum yang memiliki visi, misi, wawasan dan kepedulian terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya tradisional.

"Kami berharap Ketua Umum Partai Golkar yang nanti terpilih, memiliki kejelasan orientasi visi dan misi dalam memajukan seni budaya tradisional, seperti halnya kesenian Reyog Ponorogo," kata Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suyatno di Kantor KRP Jalan Mayjen Soetoyo, Jakarta Timur, Senin (9/5).

Secara filosofis, lanjutnya, seni tradisional memiliki nilai-nilai luhur yang patut untuk dipedomani. Reyog Ponorogo sebagai salah satu bentuk seni tradisional memiliki nilai filosofis yang luhur seperti nilai sportivitas, nilai heroik, dan nilai moral yang dapat ditransfer dalam membangun karakter bangsa.


"Seni pertunjukan Reyog Ponorogo juga sarat dengan nilai-nilai luhur tentang patriotisme, persatuan, gotong-royong, keberanian, kejujuran, dan pantang menyerah dalam memperjuangkan cita-cita," ulas Suyatno.

Meski pegiat dan seniman Reyog Ponorogo tidak berpolitik praktis, namun dalam pengembangan dan pelestarian kesenian Reyog Ponorogo membutuhkan dukungan politik, termasuk dari partai politik. Dukungan politik diperlukan dalam rangka mempertahankan eksistensinya di antara berbagai bentuk seni yang ada, terlebih dengan makin tergerusnya seni budaya lokal oleh perkembangan peradaban dunia.

"Seni budaya asing begitu mudah menggerus seni budaya lokal kita melalui siaran televisi maupun pemberitaan dunia cyber. Kehadiran negara, dan didalamnya partai politik, ditunggu dalam menjaga tradisi seni budaya lokal," pungkas Suyatno.

Sebagaimana diketahui ada delapan calon Ketua Umum Partai Golkar yang akan bertarung pada Munaslub mendatang yakni Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartato, Mahyuddin, Priyo Budi Santoso, Azis Syamsuddin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya