Berita

foto :net

Bisnis

Pesan Berantai Rekrutmen Pegawai KAI Hoax

SABTU, 07 MEI 2016 | 09:20 WIB | LAPORAN:

Humas Pusat PT KAI Agus Komarudin menegaskan, PT KAI tidak pernah membuka perekrutan pegawai melalui situs kecuali resmi atau email apapun.

Ini dipastikan Agus menanggapi pesan berantai yang ramai di sejumlah aplikasi dalam beberapa hari terakhir.

"(Pesan) Itu berindikasi palsu atau modus penipuan! Segala tahapan perekrutan resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga pengiriman berkas hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI, yakni www.rekrut.kereta-api.co.id," terang Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/5).


Menurut Agus, setiap pelaksanaan perekrutan pegawai PT KAI juga tidak dikenai biaya apapun alias gratis.

Ia pun mengimbau, masyarakat lebih waspada terhadap segala upaya penipuan dengan modus penerimaan pegawai.

"Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman perekrutan pegawai," imbaunya.

Terkait tindak lanjut pihak PT KAI atas pesan berantai itu, Agus menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

"Jika memenuhi unsur pidana, itu sudah masuk ke ranah hukum. Kita serahkan ke pihak berwajib untuk menindaklanjuti," tutur Agus.

Beredar luas pesan berantai melalui berbagai media sosial dan aplikasi perpesanan tentang perekrutan yang mengatasnamakan PT KAI.

Dalam pesan berantai tersebut, disebutkan bahwa perekrutan dibuka untuk posisi administrasi, tenaga operasional, pemeliharaan sarana dan prasarana, operator mesin perawat jalan rel. Termasuk juga perekrutan posisi calon masinis dengan tawaran penghasilan berkisar Rp 3,3 - 8,8 juta per bulan dan uang makan serta transportasi sebesar Rp 47 ribu per hari.

Pelamar kerja yang berminat dapat mendaftar dengan cara mengirimkan berkas lamaran meliputi surat lamaran, daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, transkrip, dan kartu tanda penduduk, serta pasfoto 4 x 6 melalui surat elektronik ke alamat recruitment.keretaapi@gmail.com.

Pantauan yang ada, hingga kini pesan berantai itu masih disebar.

"Jika sudah menerima (pesan berantai), sebaiknya tidak meneruskan atau menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen PT KAI yang terindikasi palsu," pungkasnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya