Berita

Bisnis

Dana Bergulir Pasar Badung Sudah Cair 50 Persen, Dirut Kemal Tekankan Kejujuran

SABTU, 07 MEI 2016 | 09:12 WIB | LAPORAN:

RMOL. Bantuan pinjaman dana bergulir untuk pedagang korban kebakaran hebat Pasar Badung telah ditransfer senilai 12 Miliar pada Rabu (4/5).

Sebelum uang rakyat dari APBN itu disalurkan ke pedagang, Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kemas Danial berbicara amat lantang dalam pertemuan dengan Ketua Koperasi Pasar Kumbasari, dan Koperasi Pedagang Pasar Kamboja, serta sejumlah perwakilan pedagang.

Kemas menekankan bahwa dana tersebut harus sesuai dengan proposal, dan jangan sampai ada tindakan penyelewengan, serta ketidakmerataan. Sebab, nantinya sewaktu-waktu dana tersebut bisa di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Karena kalau disalahgunakan, bapak kena saya juga kena. Lebih bagus saya marahi Pak Ketua (Ketua Koperasi yeng bertanggung jawab atas dana tersebut) sekarang, daripada nanti bermasalah. Sekarang, yang terpenting adalah dana ini dapat terdistribusi  dengan baik. Sehingga tidak ada riak-riak, keributan dan lain sebagainya gara-gara adanya pembagian yang tidak merata. Itu intinya, " kata Kemas Danial di hadapan para hadirin di ruang Ketua Koperasi Kumbasari, Jumat (6/5) siang.

Kemas juga menekankan bahwa apa yang diajukan dalam proposal LPDB tersebut, niatnya adalah membantu para pedagang yang kesusahan. Itu sebabnya, ia berkali-kali mengingatkan agar jangan sampai nanti ada pedagang yang mengalami kerugian besar malah mendapat pinjaman kecil, atau sebaliknya.

Hadir juga sebagai saksi dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Denpasar, Ketua Koperasi Kamboja, Dirut PD Pasar Kota Denpasar, dan beberapa pedagang pasar Badung yang terkena musibah.

Sebetulnya, lanjut Kemas, bantuan pinjaman dana bergulir yang diberikan adalah sebesar Rp. 24 Miliar. Hanya saja, saat ini baru bisa direalisasikan setengahnya. Berdasarkan data yang dibacakan Kemas Danial, pedagang Pasar Badung yang baru terdaftar sebagai penerima dana tersebut baru 108 orang pedagang dari 1.258 pedagang yang diajukan.

Dari Rp. 12 miliar yang ditransfer, Rp. 7,5 miliar dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kumbasari, dan Rp. 4,5 miliar dipertanggungjawabkan oleh Koperasi Kamboja. Suku bunga yang bakal dikenakan pihak LPDB-KUMKM kepada dua koperasi tersebut sebesar 0,125 persen per bulan. Sedangkan, suku bunga yang dikenakan dari pihak koperasi kepada para pedagang yakni sebesar 0,4 persen per bulan. Suku bunga tersebut, kata Kemas Danial, sudah termurah di jagat Bali.

"Mungkin sekitar 0,4 persen per bulan (bunga untuk pedagang). Itu jauh lebih kecil daripada KUR, dan segala macam itu. Memang itu manfaatnya. Toh kalau untung juga kan Koperasinya buat anggota," ujar Kemas, sembari mengatakan nantinya apabila semua uang sudah dicairkan dengan benar, pihaknya bakal mengecek, dan setelah itu barulah bisa diajukan kembali.

Selain itu, Kemas Danial juga menekankan agar pihak Koperasi tatkala mengalami masalah kedepan agar jangan lari tanggungjawab. Ia berharap semua hal disampaikan secara apa adanya sehingga bisa dicarikan solusi terbaik. "Karena saya tahu karakter pedagang-pedagang ini disemua tempat sama. Dan saya sudah pengalaman betul. Makanya saya harap, nanti Bapak ibu jujur saja," pungkasnya.

Ketua Koperasi Kumbasari, AA Suma Widana mengatakan, pihaknya bakal mencairkan dana tersebut mulai Senin (9/5). Teknis pencairan dana tersebut, kata dia, sesuai dengan tata cara peminjaman di koperasi. "Dan harus ada rekomendasi dari Kepala Pasar," kata Gung Suma Widana berdasarkan rilis dari Humas LPDB-KUMKM.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya