Berita

net

Hukum

Jokowi Harus Berantas Mafia Peradilan

KAMIS, 05 MEI 2016 | 22:30 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diimbau untuk tergerak memberantas mafia peradilan yang menjadi persoalan serius di Indonesia. Apalagi, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap sejumlah perangkat peradilan yang menjalankan praktik mafia.

"Pemerintah sepertinya tidak melihat mafia peradilan sebagai permasalahan yang serius. Harusnya pemberantasan mafia peradilan melibatkan seluruh infrastruktur," kata Ketua Umum Forum Kajian Hukum dan Konstitusi (FKHK) Victor Santoso Tandiasa kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/5).
 
Dia menjelaskan, dalam upaya pemberantasan mafia peradilan belum terlihat adanya kerja sama yang baik antar lembaga negara. Misalnya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang meminta agar Komisi Yudisial (KY) tidak terlibat dalam seleksi calon hakim. Padahal, jika MK memandang bahwa untuk mendapatkan hakim berintegritas harus dimulai dari sistem perekrutannya, dan KY seharusnya bisa menjadi saringan untuk menyeleksi.
 

 
Menurut Victor, Presiden Jokowi harus berani menjadi panglima dalam memberantas mafia peradilan. Apalagi jika lembaga-lembaga yang menjalankan sistem pemerintahan juga dikuasai oleh para mafia.
 
"Presiden sebagai pemimpin bangsa dan negara ini harus berani berdiri paling depan untuk membersihkannya," tegasnya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya