Berita

net

Blitz

Kualitas Kunci Kesuksesan AADC-2

SELASA, 03 MEI 2016 | 22:45 WIB | LAPORAN:

Kesuksesan film Ada Apa Dengan Cinta-2 (AADC-2) dalam menembus rekor penonton membuktikan bahwa film nasional berkualitas dan diminati. Film yang dibintangi duet Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra itu bersanding dengan film Captain America produksi Hollywood.

Di banyak bioskop, AADC-2 bahkan mengungguli jumlah penonton Captain America. Konon mendapat tempat lebih dari 500 layar di bioskop-bioskop Tanah Air.

Keberhasilan ini sekaligus bisa menjadi momentum untuk memikirkan kembali soal screen quota 60:40 yang belakangan ini banyak dibicarakan insan perfilman. Sebab, hakim tertinggi sebuah film komersial adalah penonton. Penjatahan waktu yang berlebihan itu tidak berguna jika film yang disuguhkan tidak disukai oleh penonton.


"Kita semua bergembira, kita semua bangga dengan hasil AADC-2. Hal itu harusnya tidak hanya bisa didapat AADC-2, mestinya film-film yang digarap dengan proper dan dipromosikan dengan baik juga bisa diminati penonton," jelas Ketua Badan Perfilman Nasional (BPI) Kemala Atmojo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/5).  

Mengenai besaran kuota pemutaran film, menurutnya, bisa saja dibicarakan kembali bersama. Jangan sampai masalah ini malah merugikan ekosistem perfilman Indonesia. Ekosistem harus dijaga agar semua pihak mendapatkan porsi dan keadilannya.

"Barangkali harus dicarikan cara lain agar masalah ini bisa diterima semua pihak," tambah Kemala.

Jumlah penonton AADC-2 memang mencetak rekor. Empat hari sejak pertama kali ditayangkan 28 April 2016, film garapan sutradara Riri Riza tersebut mampu menembus angka satu juta penonton.

Sutradara senior Garin Nugroho juga memberi apresiasi atas kesuksesan AADC-2. Menurutnya, perfilman nasional memang butuh film-film box office yang mampu menembus lebih dari satu juta penonton. Film box office semacam itu diperlukan untuk menembus krisis penonton yang saat ini melanda dunia perfilman Tanah Air.  

"Bagus sekali, dan semoga hal itu menjadi konsistensi. Karena dalam satu periode Indonesia membutuhkan sekitar lima sampai sepuluh film box office," katanya.

Di sisi lain, Garin juga sependapat jika dikatakan bahwa kualitas adalah kunci sebuah produksi film. Agar mampu menyedot banyak penonton diperlukan kualitas yang sangat baik. Bahkan tidak hanya sekelas box office, film lain yang termasuk art film pun tetap membutuhkan kualitas.
"Kunci dari industri film dan art film adalah kualitas. Baik kualitas penonton maupun  kualitas pada artistik," bebernya.

Sementara, aktris Jajang C. Noer menambahkan, kualitas menjadi penentu kesuksesan AADC-2. Dan, kualitas tersebut seharusnya bisa ditiru insan perfilman Tanah Air.

"Keberhasilan AADC-2 menjadi bukti bahwa kualitas dan pembuatan film yang dilakukan dengan seksama pasti hasilnya luar biasa bagus," ujarnya.

Ditambahkan Jajang, dengan kualitas yang baik maka penonton akan datang dengan sendirinya. Sebaliknya, film yang tidak berkualitas tidak akan dilirik sama sekali.

"Jadi, jangan takut ditinggal penonton. Asalkan film berkualitas penonton akan banyak," katanya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya