Berita

alfonso napitupulu/net

Hukum

Terkatung-katung Dua Tahun, Kasus Pembelian Hotel BCC Batam Lebih baik Dihentikan

SELASA, 03 MEI 2016 | 20:39 WIB | LAPORAN:

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim ditantang untuk menghentikan penyidikan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan memberikan keterangan palsu pada akta otentik pembelian saham Batam City Condotel (BCC) Hotel & Recidence.

Tantangan itu disampaikan kuasa hukum tersangka Tjipta Fudjiarta, Alfonso Napitupulu di Jakarta, Selasa (3/5).

Dia geram karena kasus yang menjerat kliennya tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan. Kasus itu masih terkatung-katung selama dua tahun.‎


"Berkas kasus itu sudah tujuh kali bolak-balik dari penyidik kepolisian ke kejaksaan. Ada petunjuk-petunjuk dari kejaksaan yang tidak dipenuhi oleh penyidik kepolisian," kata Alfonso.

‎Menurutnya, penyidik kepolisian tak kunjung melampirkan bukti pembayaran Tjipta Fudjiarta (tersangka) atas pembelian saham korban (Conti Chandra) ke kejaksaan. "Karena tak kunjung dipenuhi petunjuk jaksa tersebut, maka kami menduga perkara klien kami akan dihentikan kembali atau SP3 dan tidak akan pernah disidangkan ke pengadilan," tegasnya.‎

Menurut Tjipta, penghentian penyidikan tampaknya merupakan hal yang diinginkan dan diidam-idamkan oleh penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri," demikian Alfonso.

‎Dalam kasus tersebut, penyidik Bareskrim telah menetapkan Tjipta Fudjiarta (pengusaha Medan) sebagai tersangka dalam kasus tersebut. ‎Kasus tersebut dilaporkan oleh Conti Chandra (pengusaha Batam) selaku korban ke Mabes Polri sejak dua tahun yang lalu.

Kasus itu sendiri sudah dua kali dipraperadilankan baik oleh tersangka maupun korban. Sedangkan dalam gugatan perdata antara Conti sebagai penggugat dan Tjipta selaku tergugat.

Kemarin, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, melakukan pemeriksaan setempat (PS) terhadap Gedung BCC Hotel & Recidence. Menurut Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo, pemeriksaan setempat dilakukan untuk melihat apakah memang ada obyek sengketanya.

‎Dalam perkara ini, Conti Chandra selaku penggugat, menggugat Tjipta Fudjiarta sebagai tergugat 1, Rikardo Fudjiarta (putra sulung Tjipta Fudjiarta) sebagai tergugat II, Jenny (putri Tjipta Fudjiarta) sebagai tergugat III, Jauhari sebagai tergugat IV, Toh York Yee Winston sebagai tergugat V, Anly Cenggana sebagai tergugat VI, Syafudin sebagai tergugat VII.

Seperti diketahui, Tjipta menguasai BCC berdasarkan pada akta yang dipegangnya namun menurut Conti, dia tidak mampu menunjukkan bukti kuitansi pembelian BCC dari dirinya selaku Direktur Utama PT BMS selaku pengelola dan pemegang saham mayoritas BCC. ‎[sam]‎ ‎

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya