Berita

Bisnis

Kemenko Maritim, KKP, Dan Kementan Akan Masifkan Mina Padi

SELASA, 03 MEI 2016 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertanian akan memasifkan program ikan padi untuk mendorong peningkatan petani, utamanya petani sawah.

Deputi IV bidang koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim, Syafri Burhanuddin menjelaskan, leading sektor dari program ini adalah Kementan berkoordinasi dengan Kementerian KKP dan didukung oleh Kemenko Maritim dan Sumber Daya.

Dirjen Perikanan dan Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan Slamet Soebjakto pada kesempatan yang sama mengatakan, selama ini, hasil uji coba yang dilakukan oleh pemerintah, ikan padi bisa meningkatkan pendapatan petani.


Padi akan tumbuh di atas air yang terdapat ikan. Hama padi akan dimakan oleh ikan. Sedangkan padi juga akan memperoleh pupuk alami dari kotoran ikan yang hidup di bawahnya.

"2016 ini Pak Menko (Rizal Ramli) menyampaikan Oktober nanti akan mulai kegiatan ikan padi ini sudah skala besar," ujar Slamet di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa, (3/5).

Untuk program ini, beber Slamet, KKP menganggarkan dana  sebesar Rp 4,5 miliar tahun 2016. Kedepan, pemerintah akan membahas dan menentukan wilayah mana saja yang akan dijadikan areal percontohan ikan padi di Indonesia.

Rencananya di setiap provinsi, akan ada lahan seluas 1-2 hektar untuk uji coba. Di wilayah pertanian di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Klaten, Temanggung, sudah diujicobakan dengan ikan mas, lele, gurame, udang galah, patin dan termasuk ikan hias.

"Hampir semua ikan bisa dibudidayakan dengan padi. Nanti setiap empat bulan, ikannya sudah bisa dipanen, lalu airnya dikeringkan untuk memanen padinya," jelas Slamet.

Pemerintah juga akan menyiapkan benih-benih ikan jenis tertentu, dan sarana pengairan serta lahan untuk ikan padi.

"Saya kira ini prospek yang sangat bagus sekali, tidak ada kekhawatiran jumlah padi akan menurun, karena akan ada suplai pupuknya dari kotoran ikan. Kalau di Thailand disebut petani organis. Ikan padi juga akan mengurangi hama untuk padi," imbuh Slamet.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya