Berita

joko widodo/net

Bisnis

Jokowi: Pelabuhan Pantai Utara Pangkas Biaya Logistik

SENIN, 02 MEI 2016 | 18:54 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia berencana membangun pelabuhan di Pulau Jawa mengingat kepadatan pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada seperti Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya.

Hal itu akan diwujudkan pemerintah bersamaan dengan pembangunan pelabuhan-pelabuhan penting di wilayah timur Indonesia.

"Kita membutuhkan pelabuhan yang besar di Pantai Utara untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik, dengan kapasitas lebih kurang 7,5 juta Teus pada tahun 2037," jelas Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Terbatas mengenai Rencana Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2 /5).


Presiden berharap kehadiran pelabuhan baru ini dapat memangkas jarak jalur distribusi dan tidak perlu lagi untuk menempuh jalur darat yang terlalu jauh.

"Kita harapkan dengan adanya pelabuhan ini jalur distribusi dan lalu lintas dapat dipangkas, tidak perlu lagi menempuh jalur darat yang terlalu jauh untuk sampai ke Jakarta, ke Semarang, atau ke Surabaya," tambahnya.

Sebelumnya pemerintah berencana untuk melaksanakan pembangunan pelabuhan di Cilamaya. Namun, karena pembangunan di wilayah tersebut berpotesi mengganggu infrastruktur migas dan hal lain, maka diputuskan untuk mencari alternatif lokasi.

Kementerian Perhubungan telah melakukan studi kelayakan dengan menilai enam lokasi di pesisir utara Jawa Barat dengan kesimpulan bahwa Patimban (Subang, Jawa Barat) sebagai lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan. Namun demikian, sebelum mengambil keputusan, Presiden meminta Menteri Perhubungan untuk memaparkan hasil kajiannya terlebih dahulu.

"Sebelum diputuskan saya minta ada pemaparan terlebih dahulu mengenai kelayakan pembangunan Patimban dilihat dari sisi aspek teknis, aspek hukum, aspek skema pendanaan, dan lain sebagainya," pinta Presiden sembari menutup pengantar rapat terbatas tersebut.

Seperti diinformasikan Tim Komunikasi Presiden, yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya