Berita

net

Bisnis

Finansial Membaik, Pertamina Bisa Jadi Pemain Migas Dunia

SENIN, 02 MEI 2016 | 17:19 WIB | LAPORAN:

Kondisi finansial PT Pertamina (Persero) belakangan ini dinilai semakin sehat, sehingga berpotensi menjadi pemain minyak dan gas kelas dunia.  

Mantan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Profesor Mukhtasor mengatakan, banyak indikator yang memperlihatkan bahwa kondisi BUMN sektor migas tersebut semakin membaik.

"Performa keuangan sangat sehat, utang jangka panjang semakin menurun, dan efisiensi meningkat," katanya kepada redaksi, Senin (2/5).


Sehatnya kondisi keuangan, menurut Mukhtasor, tak lepas dari insiatif Pertamina melakukan berbagai penataan. Terkait utang misalnya, Pertamina melakukan re-financing yang tepat sehingga interest semakin rendah dan lebih efisien dalam menekan biaya produksi. Termasuk diantaranya ketika Pertamina membubarkan anak usaha Petral.

"Hal itu menunjukkan bahwa penataan keuangan dan manajemen mereka memang semakin bagus," lanjutnya.

Tak kalah penting, Pertamina juga melakukan strategi yang tepat ketika harga minyak dunia sedang turun. Ketika itu, di saat banyak perusahaan minyak dunia mendapat tekanan di sisi hulu, Pertamina justru menyeimbangkan antara hulu dan hilir. Dalam hal ini, efisiensi banyak dilakukan di
hulu, sedangkan di sisi hilir melakukan inovasi market. Antara lain dengan mengeluarkan berbagai produk seperti Pertalite dan Dexlite. Strategi menyeimbangkan hulu dan hilir ini turut berkkontribusi dalam memperkokoh bisnis Pertamina.

Tidak hanya memperkuat portofolio di hilir, Pertamina juga sangat tepat memanfaatkan momentum penurunan harga minyak dunia untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Dengan ekspansi di sisi hulu, Pertamina melakukan efisiensi yang sangat signifikan, seperti melalui penekanan biaya investasi.

Itu sebabnya, ketika banyak perusahaan migas terkena imbas jatuhnya harga minyak dunia, Pertamina justru tidak goyah. Faktanya, pada saat banyak perusahaan migas melakukan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti Chevron, Vico, British Petroleum, dan Halliburton, Pertamina justru melakukan rekrutmen secara besar-besaran.

"Ini menandakan bahwa strategi Pertamina untuk tumbuh memang dilakukan dengan cara yang tepat," jelas Mukhtasor.

Sementara itu, pengamat energi Ferdinand Hutahaean mengaku sependapat. Menurutnya, Pertamina memang sangat sehat sekarang ini.

"Dari sisi manajemen dan SDM juga sangat mampu. Tidak ada lagi BUMN lain yang lebih andal di sektor ini," katanya.

Kondisi Pertamina yang sehat tidak lepas dari efisiensi yang dilakukan BUMN yang 100 persen sahamnya dimiliki negara itu. Bahkan, dari efisiensi tersebut, tahun lalu Pertamina bisa menghemat pengeluaran hingga Rp1,3 triliun.

Yang menggembirakan, lanjutnya, efisiensi juga dibarengi dengan inovasi market yang luar biasa. Diantaranya adalah peluncuran Pertalite, yang saat ini penjualannya semakin meningkat sehingga berhasil menurunkan konsumsi Premium. Selain itu, karena inovasi market pula, Dexlite yang baru diluncurkan juga langsung mendapat respons positif dari pasar. Belum lagi Pertamax yang konsumsinya terus meningkat.

"Berbagai inovasi tersebut membuat Pertamina sangat sehat karena bisa memperkecil tekanan yang sedang dihadapi di sektor hulu," tegas Ferdinand yang juga direktur eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI). [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya