Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Banyak Daerah Masih Minus Program Hadapi MEA

SENIN, 02 MEI 2016 | 17:13 WIB | LAPORAN:

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah mesti ditingkatkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan.

Hal itu berdasar fakta bahwa banyak daerah yang belum siap pada akhirnya hanya akan menjadi penonton di negerinya sendiri.

"Pemerintah pusat harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi MEA,” kata Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad, di Jakarta, Senin (2/5).


Senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengaku tidak melihat ada kesiapan serius dari daerah-daerah menghadapi MEA. Bahkan banyak pemerintah daerah belum memiliki program menghadapi era MEA.

Memang ada beberapa pemerintah daerah yang serius mempersiapkan warganya menghadapi MEA dengan berbagai program dan kita hargai itu. Tetapi masih banyak yang tidak punya program jelas," katanya.

Hal utama yang harus disiapkan Pemerintah Daerah terkait MEA adalah membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal. Upaya itu pun butuh keterlibatan pemerintah pusat.

Menjawab pernyataan Farouk, salah satu kepala daerah, Rano Karno, menerangkan bahwa daerahnya yaitu Provinsi Banten sudah menggulirkan Teaching Factory (Tefa) sebagai embrio terbentuknya technopark edukasi.

Dinas Pendidikan Provinsi Banten sebagai leading sector pendidikan di Banten telah mengembangkan 6 SMK yang ada di Provinsi Banten untuk menciptakan produk antara lain hand tractor untuk petani, mesin tempel tenaga gas untuk nelayan dan tools kit untuk membantu perbengkelan.

Teaching Factory adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang menjembatani antara institusi sekolah berbasis life skill dengan kebutuhan dunia industri, sehingga dengan pendekatan seperti ini SMK di Banten bisa ikut terlibat dalam pengembangan industri yang pada akhirnya menyiapkan mereka untuk berperan aktif di dalam MEA.

Menurut Rano, teaching factory merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT), dalam pengertian bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar atau konsumen.

Dalam pengertian sederhana, teaching factory adalah pembelajaran berorientasi bisnis dan produksi. Proses penerapan program teaching factory adalah dengan memadukan konsep bisnis dan pendidikan kejuruan sesuai dengan kompetensi keahlian yang relevan. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya