Berita

foto :net

Bisnis

Labor Institute Indonesia: Paket Kebijakan Jokowi Tidak Pro Kesejahteraan Buruh

SABTU, 30 APRIL 2016 | 09:18 WIB | LAPORAN:

Dalam rangka perayaan Hari Buruh Nasional yang jatuh pada 1 Mei besok, Labor Institute Indonesia menyarankan serikat buruh untuk memberikan kritikan- kritikan yang kontrukstif terhadap beberapa kebijakan perekonomian Presiden Jokowi.

Dikarenakan dari 12 paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan banyak yang tidak memberikan sumbangan proporsional bagi gerakan buruh di Indonesia.

"Labor Institute Indonesia mencatat bahwa paket kebijakan ekonomi Jokowi yang diumumkan tidak sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh Nawacita dan SDG'S atau Tujuan Pembangunan Yang Berkelanjutan yaitu bagaimana mendorong persaingan dan produktivits tenaga kerja dan mendorong  pertumbuhan untuk penciptaan lapangan kerja yang bermuara pada decent work dan sustainable job atau kerja layak dan keberlangsungan pekerjaan bagi buruh," urai analis politik dan HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga melalui siaran pers yang diterima redaksi, pagi ini (Sabtu, 30/4).


Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan Jokowi terkesan hanya kebijakan populis tanpa proses monitoring dan evaluasi (Monef) yang jelas. Sehingga, kurang dapat diadopsi dan diimplementasikan oleh kementerian dan lembaga yang bersinggungan dengan Paket Kebijakan Ekonomi yang telah dikeluarkan.

Di sisi lain, lanjut Andy, kementerian koordinator perekonomian sebagai leading sektor belum dapat berperan maksimal dalam melakukan Monef.

Labor Institute Indonesia pun mengimbau agar Presiden Jokowi tidak perlu mengeluarkan paket kebijakan ekonomi lagi.

"Sudah seharusnya Presiden Jokowi melakukan evaluasi atas paket kebijakan yang telah dikeluarkan," tukasnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya