Pendidikan adalah landasan membangun karakter anak bangsa. Caranya sendiri beragam, baik melalui pendidikan formal maupun informal.
Asia Pulp & Paper (APP) melalui unit industrinya mencoba bergerak di jalur informal melalui pembangunan Rumah Pintar. Program ini pertama kali dijalankan oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia pada tahun 2008, dengan mendirikan Rumah Pintar di Desa Banjar Agung, Kecamatan Puri, Mojokerto, Jawa Timur.
"Jalur pendidikan informal yang kami pilih, salah satunya dengan membangun Rumah Pintar di beberapa wilayah sekitar area unit industri kami, yakni di Perawang Riau, Mojokerto dan Malang Jawa Timur. Karena berbasis komunitas, antara Rumpin yang satu dengan lainnya memiliki karakteristik yang berbeda, menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lokasi Rumpin itu berada.," ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.
Suhendra menjelaskan, kegiatan ini juga berfokus kepada pencapaian Sustainabilty Development Goals (SDGs), yaitu memastikan kualitas pendidikan yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.
Selain empat rumpin yang dibangun Tjiwi Kimia di Mojokerto dan Sidoarjo Jawa Timur, APP juga mendirikan rumpin melalui unit industri lainnya. Yakni, satu unit di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang Riau yang dibangun tahun 2011, berlokasi di Kecamatan Tualang Siak. Satu unit lagi di PT Eka Mas Fortuna Malang Jawa Timur yang dibangun tahun 2011, berlokasi di Desa Gampingan Kecamatan Pagak.
"Kegiatan di rumpin Tjiwi Kimia Sidoarjo, misalnya, dilengkapi sentra kriya, sentra komputer, sentra buku, sentra menggambar, sentra audio visual, sampai dengan latihan seni bela diri karate adalah sebagian menu pendidikan di sini," papar pengelola dan pengajar Rumah Pintar Tjiwi Kimia Sidoarjo, Nur Laili Alfiyah.
Nur menambahkan, karateka binaan Rumpin Tjiwi Kimia bahkan sudah mengikuti kompetisi hingga ke tingkat kabupaten.
"Saya sangat menikmati dan merasa berbahagia dapat berinteraksi dan mendidik anak-anak di rumah pintar ini," tutur Erma Dwi Afnalia yang telah 8,5 tahun menjadi pengelola dan pengajar di Rumah Pintar Tjiwi Kimia Mojokerto.
Fungsi Rumah Pintar ini tidak hanya dari sisi pendidikan semata, jelas Erma, namun juga pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan seperti membuat kerajinan tangan di sentra kriya. Diharapkan ibu - ibu yang mengikuti pelatihan ini dapat memperoleh tambahan penghasilan.
Ke-4 Rumah Pintar binaan Tjiwi Kimia telah menginvestasikan dana di awal sekitar Rp 1,2 miliar berupa renovasi dan pembelian peralatan. Sedangkan biaya operasional per tahun mencapai Rp 200 juta termasuk sewa tanah dan bangunan yang merupakan kepemilikan Koperasi Karyawan Tjiwi Kimia. Para pengajar yang ada, secara berkala juga mendapatkan pelatihan untuk memperkuat kapasitas mereka.
[wid]