Berita

foto:dok lpbd

Bisnis

LPDB Kemenkop Tantang NTB Kelola Dana Bergulir 300 Miliar

KAMIS, 28 APRIL 2016 | 16:09 WIB | LAPORAN:

RMOL. Jumlah UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat sekitar 100 ribu tiap tahun. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bakal menambah dana bergulir.

Hal itu dikatakan Direktur Utama LPDB Kemas Danial saat menyampaikan sambutannya di acara Monitoring dan Evaluasi Mitra LPDB di NTB.

Sampai April 2016, LPDB sudah menggelontorkan dana bergulir ke NTB sebesar Rp 102 miliar melalui 49 mitra.


Danial berjanji akan mengucurkan anggaran yang lebih besar jika NTB mampu mengelola dengan baik. Sebabnya, NTB merupakan daerah yang paling kecil mengalami kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) yaitu di bawah 5 persen dan merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.

"Saya tantang NTB dan para pelaku UMKM untuk mengajukan anggaran lebih besar. Saya akan tambah tiga kali lipat, kalau pelaku UMKM bisa mengelola dengan baik," kata Danial.

Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Kepala Dinas Koperasi UMKM Supran, Direktur Pengembangan Usaha LPDB Adi Trisnojuwono, Direksi BPR dan seratus perwakilan pelaku UMKM.

Tapi, kata Danial, alokasi itu sangat tergantung dari peran aktif para pelaku KUMKM di NTB. Bila banyak proposal yang masuk dan layak, alokasi dapat ditambah, namun bila kurang, dana tersebut akan dianggarkan untuk daerah lain.

Sedangkan bunga yang ditetapkan sangat murah hanya 0,2 persen tiap bulan flat bagi Koperasi dan UKM yang bergerak di sektor riil. Ia juga menekankan, pelaku UMKM harus mampu menggerus pasar perusahaan-perusahaan besar. Caranya, dengan melakukan inovasi berbasis teknologi yang mampu menciptakan pasar baru dan mengganggu kemapanan pebisnis konvensional.

"Kita berikan bunga paling murah di dunia. Untuk mengakses dana ini, tentu ada syaratnya. Yaitu harus telah berbadan hukum minimal dua tahun, melakukan RAT dua tahun terakhir untuk Koperasi, dan neraca keuangannya tidak boleh dalam kondisi merugi," jelasnya.

Menerima tantangan itu, Supran masih pikir-pikir untuk mengelola tambahan dana bergulir itu. Lantaran, pelaku UMKM di NTB masih menemukan kendala terutama di bidang SDM, mengelola keuangan dan kelembagaan. "Masih banyak UMKM yang belum siap terkait pengelolaan keuangan dan minimnya SDM," kata Supran.

Sementara, Amin menyambut baik dana bergulir dari LPDB. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peran UMKM dan program pengantasan kemiskinan kemiskinan.

Pada Maret 2015, angka kemiskinan di NTB mengalami peningkatan 7.260 jiwa dari setahun sebelumnya sebesar 816.620 jiwa menjadi 823.890 jiwa atau 17,05 persen dari jumlah semua penduduk NTB.

Pada September 2015, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan di NTB lebih tinggi dibanding daerah perkotaan. Penduduk miskin di daerah perkotaan berjumlah 377,28 ribu orang (18,40 persen), sedangkan di daerah perdesaan 425,01 ribu orang (15,18 persen).

"Tambahan 7.260 jiwa penduduk miskin itu cukup banyak. Kami harapkan dana bergulir LPDB bisa meningkatkan ekonomi melalui peran peningkatan UMKM, nantinya kami targetkan di tahun 2016 angka kemiskinan akan turun satu persen," ujarnya.[wid]

 


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya