Berita

net

Hukum

BNN Diminta Objektif Tangani Kasus AKP Ichwan Lubis

KAMIS, 28 APRIL 2016 | 04:00 WIB | LAPORAN:

Polri meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) objektif dalam menangani kasus AKP Ichwan Lubis yang dituduh menerima setoran dari bandar narkotika.

"Dengan proses yang berjalan, tentunya kita berharap BNN objektif dalam pemeriksaan kepada yang bersangkutan," ujar Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/4).

Menurutnya, hal itu disampaikan bukan berarti Polri tidak komitmen dalam melakukan penindakan terhadap personel yang terlibat kejahatan narkoba.


"Kita punya komitmen itu. Banyak personel kepolisian yang dihentikan tidak hormat karena terlibat kasus narkoba," kata Boy.

Dia memastikan, tidak ada yang dapat berlindung di balik organisasi Polri untuk menyelamatkan diri dalam konteks sebagai tersangka atau oknum yang aktif bekerja sama dengan bandar narkoba.

"Kita tindak tegas tapi Mabes Polri berharap BNN objektif. Tindak sesuai hukum berlaku berdasarkan fakta," tegas Boy.

Diketahui, akhir Maret lalu, BNN menggerebek Lapas Lubuk Pakam dan meringkus tersangka Toni alias Togi. Penggerebekan bagian dari pengungkapan temuan narkoba jenis sabu sebanyak 20 kilogram. Setelah menangkap Togi, BNN kemudian meringkus tersangka seorang ibu rumah tangga Tjun Hin alias A Hin alias Mirnawati di kediamannya, 1 April.

Dari pengembangan, BNN menangkap AKP Ichwan Lubis dari kediamananya di Jalan Tuasan, Siderejo Hilir, Medan Tembung pada 21 April. Saat penangkapan petugas menemukan uang tunai senila Rp 2,3 miliar. Lalu AKP Ichwan Lubis dibawa ke Jakarta dan langsung dilakukan penahanan dengan status sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang atas penjualan narkoba. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya