Berita

Bisnis

12 BUMN Dukung Pengembangan Wisata Di Joglosemar

RABU, 27 APRIL 2016 | 22:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 12 BUMN berkomitmen untuk mendukung tercapainya target kunjungan 2 juta wisatawan di kawasan Jogjakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) pada 2019. Komitmen itu diwujudkan dalam perjanjian kerjasama untuk promosi pariwisata, pengembangan kawasan wisata, dan integrasi antarmoda transportasi di koridor Joglosemar, Rabu (27/4).

"Saat ini, kunjungan ke kawasan tersebut masih sekitar 250 ribu wisatawan setiap tahunnya. Kalau semua berkolaborasi, akan ada peningkatan 10 kali dari jumlah kunjungan saat ini," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, Rabu (27/4).

Ke-12 BUMN tersebut adalah Pelindo III, Garuda Indonesia, Angkasa Pura I, Kereta Api Indonesia, Perum Perhutani, PTPN IX, Perum Damri, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hotel Indonesia Natour, ITDC, Patra Jasa serta Aerowisata.


Sejumlah rencana besar telah disiapkan BUMN dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan. Nantinya, ada pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta dan revitalisasi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pintu masuk wisatawan dengan kapal pesiar.

Selain itu, ada rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo, Solo, dengan jalur kereta api ke Yogyakarta. "Di darat, Damri juga harus siap mendukung integrasi intermoda transportasi," kata Rini Soemarno.

Dan untuk memberikan rasa nyaman, menteri kelahiran Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958 itu mengaku sudah menginstruksikan BUMN agar meningkatkan kebersihan, kerapian fasilitas serta sarana umum. "Instruksi saya sudah jelas. Saya ingin BUMN ikut menjaga sarana umum supaya wisatawan nyaman," tegasnya.

Fokusnya 12 BUMN menggarap kawasan Joglosemar itu memang cukup beralasan. Maklum,  kawasan Joglosemar merupakan kawasan segitiga ekonomi di Pulau Jawa. Selain itu, Joglosemar merupakan kawasan segitiga pertumbuhan strategis di Jawa Tengah dan DIY. Kawasan ini masuk dalam perspektif kepariwisataan dan sudah menjadi salah satu penggerak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Di kawasan ini, ada banyak peninggalan budaya yang terkenal di dunia. Ada Candi Borobudur, Keraton Jogja dan Solo, Candi Prambanan, dan Ratu Boko. Panorama alamnya, ada Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, Prau, dan Ungaran.  Itu belum termasuk Kota Lama, Lawang sewu, Situs Perkeretaapian dan perkebunan.

Beragam potensi itu ikut diamini Koordinator Kawasan JogloSemar, Edy Setijono. Pria yang juga dipercaya memegang jabatan Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ini mengaku sudah menyiapkan sejumlah jurus pamungkas untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke kawasan Joglosemar.

Target tahun 2019 ada 2 juta wisman dan 11 juta wisatawan nusantara yang mengunjungi Joglosemar. Target itu akan kami capai dengan menjalankan empat strategi. Yakni dengan mengembangkan destinasi wisata dan kegiatan wisata, meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas, meningkatkan promosi wisata bersama dan pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” urainya.

Menpar Arief Yahya berterima kasih atas penugasan Menteri BUMN Rini Soemarno yang mensupport kepariwisataan itu. Konsep Indonesia Incorporated ini diharapkan bisa mempercepat dan memperkuat sektor pariwisata khususnya kawasan Joglosemar, dengan ikon Borobudur. Dia juga berterima kasih, dua pimpinan daerah, Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY, yang sudah menunjukkan kekompakan dalam menggarap destinasi yang masuk dalam 10 prioritas atau "Bali Baru" itu.

Arief Yahya juga berterima kasih kepada KBRI dan KJRI yang terus membantu promosi branding Wonderful Indonesia di masing-masing negara. "Kolaborasi ini akan memberikan banyak jalan keluar, melangkah cepat dan efektif, karena informasi apa saja bisa langsung ditindak lanjuti dengan baik," tandasnya.[zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya