Berita

Bisnis

NAM Air Resmi Buka Rute Denpasar-Labuan Bajo Hari Ini

SELASA, 26 APRIL 2016 | 17:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Labuan Bajo "Komodo" Flores, Nusa Tengga Timur tampaknya akan semakin bersinar dalam peta pariwisata Indonesia. Pasalnya maskapai penerbangan NAM Air resmi membuka rute baru Denpasar-Labuan Bajo.

Hari ini, maskapai Nam Air dengan pesawat bertubuh pendek Boeing 737-500 landing ke Bandara Komodo, yang dulu bernama Bandara Mutiara II. Boeing 737-500 itu dikenal sangat lincah, dan sanggup landing di landasan yang kurang dari 2.000 meter dengan aman. Karena itu sangat cocok mendarat di bandara-bandara kecil di Indonesia, sambil menunggu proses perpanjangan dan pelebaran airport yang sudah dalam perencanaan di kawasan wisata.

"Nam Air sudah terbang ke Labuan Bajo, bersama maskapai yang lain yang sudah lebih dahulu menerbangi Labuan Bajo, seperti Wing Air, Garuda, Trigana Air, Tran Nusa Aviation Mandiri," kata anggota Tim Percepatan 10 Top Destinasi, Shana Fatima, dalam siaran persnya (Selasa, 26/4).


Dengan begitu aksesibilitas dari dan menuju Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Motang, 4 pulau habitat binatang langka yang oleh masyarakat sekitar sering disebut buaya darat” itu akan semakin lancar.

Menpar Arief Yahya menyambut gembira penerbangan NAM Air ke Labuan Bajo tersebut. Paling tidak akan menambah akses dan menaikkan potensi wisatawan yang datang ke Labuan Bajo. Dia menjelaskan saat ini wisatawan yang terbang ke Labuan Bajo dengan ikon Komodo itu sekitar 70 ribu orang, dan 70 persennya adalah wisatawan mancanegara (wisman).

"Menuju Labuan Bajo saat ini masih didominasi dengan akses udara atau pesawat. Sisanya, dengan kapal-kapal kayu kecil dari Bali, Lombok, Sumbawa, sampai ke Labuan Bajo," ungkap Arief Yahya.

Soal atraksi, Menpar tidak pernah merasa ragu. Labuan Bajo sudah menjadi destinasi snorkeling nomor dua terbaik di dunia, setelah Raja Ampat, versi CNN Internasional tahun 2015. Peringkat ketiganya, baru Kepulauan Galapagos di Amerika Latin. Snorkeling, diving dan pantai pink-nya (putih kemerah-merahan, red), sulit tertandingi. "Kalau atraksi, sudahlah, saya tutup mata, sudah keren Labuan Bajo," jelas Menpar.

Belum lagi ada manta point, tempat berkumpulnya manta atau ikan pari setiap pagi sebelum jam 08.00 di dekat-dekat taman nasional. Ada komodo, si kadal raksasa yang di tahun 1986 sudah ditetapkan sebagai Taman Nasional Komodo oleh UNESCO, lembaga PBB yang bergerak di pendidikan dan kebudayaan. Pulau Komodo juga pernah meraih award sebagai New Seven Wonders of Nature, penghargaan untuk tujuh tempat wisata alam terbaik di dunia.

Penentuan pemenang diperoleh dari hasil voting dan penelitian para ahli, pulau Komodo berhasil meraih voting tertinggi bersama enam tempat wisata lainnya yaitu Air Terjun Iguazu, Hutan Amazon, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, Teluk Halong, Pulau Jeju dan Table Mountain.

Menurut Menpar Arief Yahya, critical success factor pengambangan kawasan wisata Labuan Bajo adalah infrastruktur pariwisata, seperti perpanjangan dan pelebaran bandara, pembangunan dermaga untuk cruise dan marina untuk yacht. "Kalau akses dan atraksi sudah siap semua, tinggal amenitas yang disentuh dengan konsep business lead, government support," demikian Arief Yahya. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya