Berita

net

Dunia

Airbus Serahkan A321 Pertama Dari Alabama Ke JetBlue

SELASA, 26 APRIL 2016 | 12:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Raksasa produsen pesawat, Airbus, menyerahkan pesawat pertamanya yang diproduksi di Amerika Serikat, di Mobile, Alabama, pada Senin waktu setempat (25/4).

Seluruh tim karyawan dari jalur perakitan di Fasilitas Manufaktur Airbus di AS berkumpul untuk mempersembahkan produk pertama yang berhasil mereka selesaikan, yaitu sebuah Airbus A321, kepada maskapai AS, JetBlue. Pada kesempatan tersebut, hadir pula eksekutif dari Airbus, anggota manajemen senior JetBlue, termasuk President and CEO Robin Hayes.

"Saya sangat bangga bisa hadir hari ini dan berpartisipasi dalam penyerahan pesawat pertama di Mobile," kata Airbus Chief Operating Officer-Customers, John Leahy.


Menurutnya, berangkat dari peletakan batu pertama fasilitas manufaktur itu pada tiga tahun lalu, hingga saat penyerahan A321 pertama yang diproduksi di Alabama, merupakan pencapaian yang luar biasa.

Airbus mengumumkan komitmennya membangun jalur perakitan pesawat berlorong tunggal di Mobile, Alabama, pada tahun 2012, dan kurang dari satu tahun setelahnya, mulai membangun fasilitas senilai US$ 600 juta tersebut. Upacara peresmian fasilitas ini dilaksanakan pada September 2015.

Pesawat yang diserahkan kemarin, JetBlue A321, dengan sukses melaksanakan penerbangan perdananya pada tanggal 21 Maret 2016.

Sebagai tambahan dari JetBlue A321 yang diserahkan pada hari ini, ada sembilan pesawat lain dari keluarga pesawat A321 yang sedang dalam produksi di fasilitas Mobile. Airbus memperkirakan akan menyerahkan empat pesawat setiap bulannya dari fasilitas Mobile hingga akhir tahun 2017.

Penyerahan-penyerahan pertama seluruhnya terdiri dari keluarga pesawat A320 dengan Current Engine Option (CEO), namun akan mulai berpindah ke varian New Engine Option (NEO) pada akhir tahun 2017.

Selain menyediakan ratusan lapangan kerja baru pada masyarakat sekitar, proyek Airbus ini telah memicu Airbus suppliers (pemasok pihak ke tiga Airbus) turut membuka fasilitas baru mereka di kawasan tersebut, menyediakan lebih banyak lapangan kerja dan secara paralel mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Airbus juga dengan bangga menyatakan bahwa 87 persen karyawan barunya berasal dari kawasan Gulf Coast, dengan sepertiganya merupakan veteran militer AS.

Merealisasikan semboyan "Matahari Tidak Pernah Tenggelam Bagi Airbus", Pesawat Airbus kini diproduksi 24 jam sehari di fasilitas yang terdapat di Mobile, Alabama; Hamburg, Jerman; Toulouse, Perancis; dan Tianjin, Tiongkok. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya