Berita

Bisnis

Kepulauan Meranti Dorong Sagu Jadi Komoditas Pangan Nasional

SELASA, 26 APRIL 2016 | 11:17 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia diharapkan dapat lebih banyak lagi menuangkan perhatian dalam pengembangan dan budidaya sagu sebagai tanaman pangan masa depan untuk daerah pesisir dan tertinggal.

"Banyak wilayah pesisir dengan kondisi yang identik dengan rawa, gambut basah dan memiliki kandungan air asin, seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap sagu yang bersifat adaptif dan membutuhkan sedikit perawatan dalam budidayanya," ujar Kepala Dinas Kehutanan Kepulauan Meranti, Ma’mun Murod.

Kepulauan Meranti yang terletak di pesisir timur pulau Sumatera adalah salah satu Kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional. Dengan topografinya yang berbentuk rawa-rawa dan bergambut, sagu merupakan pilihan yang tepat. karena mampu beradaptasi dengan tanah yang memiliki kandungan air asin, membutuhkan sedikit perawatan, dan tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan tanaman pangan atau tanaman karbohidrat lainnya dalam kondisi tersebut.


"Penanaman sagu di daerah lahan gambut kepulauan Meranti tidak hanya berhasil mencegah subsiden, namun juga memungkinkan konservasi flora dan fauna yang ada di areal tersebut. Hal ini karena dalam proses penanaman sagu di lahan gambut, pelaku tidak harus melakukan land clearing," ujar ahli sagu dari Institut Pertanian Bandung, Prof. Dr. Ir. Hasyim Bintoro, M. Agr.

Tahun 2016 ini perkembangan konsesi sagu rakyat di Kepulauan ini mencapai kurang lebih 42 ribu hektar dari sekitar 30 ribu ha di tahun 2011 ditambah lagi dengan sekitar 68 kilang sagu aktif.

Walaupun areal sagu di Meranti sangatlah kecil dibanding dengan luas areal sagu nasional yang mencapai 5,5 juta ha, namun kepulauan Meranti memiliki tingkat produktivitas sagu yang paling tinggi dengan angka produksi tepung sagu 440 ribu ton per tahun dari angka produksi nasional yaitu 523 ribu ton per tahun. Selain itu, Meranti juga menjadi penyumbang produk olahan sagu terbesar di seluruh Indonesia.

"Rencana kami adalah mengembangkan areal sagu menjadi 140 ribu hektar dan menjadikan Kepulauan Meranti sebagai cluster sagu. Ke depan, kami berharap sagu di Meranti tidak hanya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat tapi sekaligus menjadi komoditas pangan nasional," lanjutnya.

Mengacu pada rencana tersebut, Pemda Meranti berusaha untuk selalu menitikberatkan semua perencanaan, perhatian serta anggaran daerah pada pengembangan sagu. Beberapa usaha konkret yang sudah dilaksanakan antara lain pemberian bibit sagu unggul, program pelepasan varietas untuk dikembangkan menjadi kebun induk yang terletak di daerah Tebing Tinggi, serta rencana program penangkar yang memungkinan para pengusaha sagu untuk mendapatkan bibit sagu penghasil tinggi yang bersertifikat.

Setiap tahunnya Pemda Meranti juga rutin mengadakan workshop bagi para petani sagu binaan untuk peningkatan wawasan yang dimulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga pengelolaan.

Pemda Meranti bahkan bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) untuk mengatasi kurangnya pengetahuan masyarakat setempat dalam pengolahan, pengemasan serta pemasaran produk sagu.
 
"Harapan saya pribadi ke depannya adalah agar pengolahan tanaman sagu tidak hanya berhenti sampai tepung sagu saja, namun agar home-industry (hilirisasi) dari tanaman sagu ini dapat terus bertumbuh dan berkembang demi memberikan kesejahteraan lebih bagi seluruh masyarakat Meranti," ujar Murod.[wid]

 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya