Berita

marius gea/net

Hukum

Nama Baiknya Dicemarkan, Anggota DPR Marinus Gea Lapor Polisi

SELASA, 26 APRIL 2016 | 00:10 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi I DPR RI Marinus Gea lewat kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) melaporkan Sukawani Hia ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.

Pencemaran nama baik dilakukan lewat media sosial Facebook. Sukawani diduga melakukan tindak pidana sebagaimanan dimaksud pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) junto pasal 310 ayat 1 KUHP junto pasal 45.

"Lewat kuasa hukum dari LBH Himni saya telah melaporkan Sukawani ke Polda Metro Jaya," kata Marinus kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/4).


Dia menjelaskan, pencemaran nama baik terhadap dirinya yang dilakukan Sukawani dilakukan lewat Facebook terjadi pada 24 April lalu sekitar pukul 14.04 WIB. Sukawani memberikan pernyataan atau komentar di halaman Facebook Perdamaian Telaumbanua terkait pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota daerah Kepulauan Nias yakni Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

Marinus mengatakan pada intinya Sukawani menyatakan bahwa pelaksanaan pelantikan tersebut difasilitasi oleh Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) dan HIMNI telah meminta kepada bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota yang akan dilantik untuk memberikan biaya sebesar Rp 600 juta.

Tak itu saja, dia menambahkan, dalam Facebook tersebut Sukawani juga mengatakan kalau pihaknya melaporkan kepada wakil bupati daerah Nias Barat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Dalam komentarnya Sukawani menyatakan bahwa wakil bupati Nias Barat itu mengamuk.

"Komentar dia telah secara nyata dan terang menyerang nama baik HIMNI, serta para pengurusnya," jelas Marius yang juga ketua umum HIMNI.

Amati Dachi SH selaku salah satu kuasa hukum Marinus menambahkan, pernyataan Sukawani tersebut telah menyerang kehormatan dan nama baik kliennya sebagai wakil rakyat, ketua umum HMNI dan juga tokoh masyarakat Nias. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya