Berita

foto :net

Bisnis

Wah, Ada Calon Direksi BUMN Tolak Ikut Assessment?

SENIN, 25 APRIL 2016 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Beberapa hari terakhir, muncul kabar bahwa salah satu calon direksi tidak mau mengikuti assessment. Padahal assessment merupakan persyaratan untuk menjadi calon direksi di perusahaan pelat merah.

Pengamat BUMN yang juga Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI), Toto Pranoto menyayangkan jika betul ada calon direksi tanpa melalui assessment. Ini berarti telah melanggar ketetapan yang dibuat sendiri oleh Kementerian BUMN.

Namun begitu, ia tak mau berprasangka buruk dulu. Sebab, lembaga assessment tidak hanya kewenangan LM FE UI.


"Apa janggal? Saya enggak tahu, apakah dia lewat proses lain atau di tempat lain," kata Toto kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/4).

Toto juga meminta para calon direksi di BUMN agar tidak mengabaikan assessment. Sebab, assessment itu merupakan suatu proses untuk mengetahui kemampuan seseorang terhadap suatu kompetensi, berdasarkan bukti-bukti.

Toto menjelaskan, proses seleksi penentuan direksi BUMN melalui uji kelayakan (fit and proper test) dilakukan Panitia Seleksi (Pansel). Selanjutnya Pansel yang menentukan seseorang layak atau tidak untuk menduduki posisi sebagai direksi BUMN. Meski begitu, kata dia, assessment tetap mesti dilewati. Sebab, hasil dari proses itu juga menjadi pertimbangan penting dalam fit and proper test calon direksi BUMN.

"Jadi assessment adalah salah satu alat yang juga dipakai Pansel di BUMN," terangnya.

Kendati demikian, Toto juga menjelaskan bahwa Pansel Direksi BUMN memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan layak-tidaknya calon direksi BUMN.

"Misalnya prestasi kerja kandidat dan banyak hal lainnya," imbuhnya.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya