foto: net
foto: net
Deputi IV Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Syafri Burhanuddin mengatakan kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak enam tahun lalu. Tahun 2010 sudah sempat berlayar hendak menuju Jepang, namun baru sampai di Filipina, kapal kayu ini diterjang badai, lalu kapal ini kembali ke Jakarta. Barulah tahun ini, kapal ini akan kembali berlayar menapaktilasi jejak-jejak kejayaan maritim Majapahit.
"Kapal ini sudah mengalami sedikit perbaikan. Selama ini dipakai juga buat berlayar, tapi tidak jauh," ujar Syafri di Jakarta, Senin (25/4).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
UPDATE
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47