Berita

net

Bisnis

Anak Usaha Pertamina Kirim Ahli Bantu Inpex Di Australia

MINGGU, 24 APRIL 2016 | 07:00 WIB | LAPORAN:

PT Patra Badak Arun Solusi (PBAS) anak perusahaan PT Pertamina (Persero) menandatangani kontrak Implementation Deed untuk Manpower Support bersama Inpex Corporation yang akan menghadirkan tenaga handal dari PBAS untuk proyek-proyek LNG milik Inpex dan afiliasinya pada Sabtu kemarin (23/4).

Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara PT PBAS dan Inpex Australia Pty Ltd pada 15 Oktober 2014 lalu. Melalui MoU, PBAS memberikan pendampingan dan bantuan kepada Inpex dan afiliasinya dalam beberapa aspek, seperti pelatihan operator LNG, bantuan untuk commissioning dan start up plant LNG, termasuk plant readiness untuk start up, jasa operasi dan pemeliharaan, jasa asistensi teknis, dukungan tenaga kerja, dan jasa lain.

"Penandatanganan kontrak Implementation Deed untuk Manpower Support merupakan salah satu bentuk implementasi dari kerja sama yang sudah dijalin antara PBAS dan Inpex, di mana pekerja PBAS akan menjadi secondee untuk Inpex. Kepercayaan Inpex kepada PBAS merupakan kebanggaan bagi Pertamina sebagai induk perusahaan, dan juga bangsa Indonesia di mana keahlian, pengalaman, dan reputasi Pertamina dan afiliasinya di bisnis LNG semakin diakui dunia," jelas Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro kepada redaksi di Jakarta, Minggu (24/4).


Dia menjabarkan, PBAS yang kini telah mendirikan anak usaha di Australia, yaitu Patra Badak Arun Solution Pty. Ltd. hingga kini telah mengirimkan 11 tenaga LNG-skilled dari Indonesia, baik operator maupun engineer untuk ditempatkan di proyek Ichthys LNG di Australia. INPEX Corporation adalah pemegang share terbesar di proyek Ichthys LNG yaitu sebanyak 62.245 persen. PBAS dengan dukungan dari Pertamina, PT Badak NGL, dan PT Arun NGL yang telah mengoperasikan kilang Badak LNG dan kilang Arun LNG selama lebih dari 40 tahun diharapkan dapat mendukung kegiatan operasi di proyek Ichthys.

PBAS juga telah menjalin kerja sama dengan UGL Limited, perusahaan services Australia untuk melakukan penetrasi pasar di negara itu, Indonesia dan Asia Pasifik.

"Dengan kerja sama PBAS, Inpex, dan UGL diharapkan tidak sekadar dimaknai sebagai kerja sama business to business. Namun juga kerja sama antar negara yaitu Indonesia, Jepang, dan Australia," demikian Wianda. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya