Eka Tjipta Foundation (ETF) berupaya memaksimalkan potensi mediator di berbagai wilayah di Indonesia melalui kegiatan pelatihan mediator bekerja sama dengan Badan Mediasi Indonesia (BaMI). Kegiatan yang dilakukan selama ini menghasilkan mediator-mediator handal yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kami berusaha memaksimalkan potensi mediator yang ada untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi, tanpa dipusingkan penanganan kasus yang terjadi di masyarakat secara bertele-tele," papar Direktur Eksekutif ETF, Hasan Karman dalam acara Paguyuban Mediator Eka Tjipta Foundation (ETF) â€" Badan Mediasi Indonesia (BaMI) di Jambi.
Pada kesempatan ini Ketua Badan Mediasi Indonesia (BaMI), Dr Susanti Adi Nugroho memberikan penyegaran dan sekaligus sosialisasi Perma 01 Tahun 2016, yaitu Manfaat Mediasi dalam Kerangka Access to Justice berdasarkan Perma 01 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi diPengadilan.
Pertemuan juga mendikusikan teknik atau kiat menyukseskan mediasi yang dibawakan oleh Sutrisno SH, MH pensiunan Ketua Pengadilan Tinggi.
Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jambi, Kombes (Pol) Irawan David Syah mewakili Kapolda Jambi, Brigjen (Pol) Musyafak ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan, setelah sebelumnya digelar di Palembang.
Road show yang diadakan ETF-BaMI direncanakan bergulir ke kota-kota di provinsi lainnya, yaitu menyusuri Pekanbaru, Riau, Medan, Sumatera Utara, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Makasar, Sulawesi Selatan, Pontianak, Kalimantan Barat, Balikpapan, Kalimantan Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Surabaya, Jawa Timur hingga ke Jakarta.
Di seluruh kota tadi terdapat para mediator yang tergabung dalam Paguyuban Mediator ETF-BaMI. Paguyuban tadi berdiri setelah ETF bersinergi dengan BaMI mengadakan Pelatihan Mediasi Akreditasi 40 jam Mahkamah Agung di kota-kota tersebut, yang telah menghasilkan hingga 23 angkatan, dengan jumlah mediator hingga 919 orang.
Latar belakang sosialisasi mediasi berikut pelatihan mediator dikarenakan cara ini merupakan solusi alternatif dalam penyelesaian kasus atau masalah, baik yang melibatkan individu maupun kelompok.
Kegiatan Paguyuban Mediator di Jambi diharapkan selain menambah keakraban para alumni pelatihan, memperbarui wawasan dan juga memperkuat jaringan antar mediator
.[wid]