Berita

foto :net

Bisnis

Jakarta Bisa Tenggelam Jika Reklamasi Dipaksakan

KAMIS, 21 APRIL 2016 | 18:22 WIB | LAPORAN:

Kota Jakarta bisa tenggelam kalau reklamasi Teluk Jakarta tetap dipaksakan. Pasalnya reklamasi yang dilakukan tanpa konsep yang matang dan hanya mengejar aspek komersil.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi  Enny Sri Hartati pada dialektika demokrasi bertema "Sengkarut Reklamasi Teluk Jakarta" di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (21/4).

Menurut dia, opini yang dibangun dari reklamasi adalah aspek ekonomi Teluk Jakarta. Padahal, ujarnya, semuanya bisa dihitung dan membangun ekonomi itu harus secara berkelanjutan (sustainable) dengan tidak mengesampingkan  sumber daya di sekitarnya maupun kontraproduktif pada sumber daya yang ada.
 

 
"Bahwa apa benar dengan reklamasi Teluk Jakarta, akan mempunyai nilai ekonomi lebih dibanding dengan kota yang lain?" katanya.

Menurut Enny, reklamasi itu terlalu dipaksakan. Sama halnya dengan penimbunan pulau-pulau tanpa konsep yang matang, sehingga Jakarta terancam tenggelam.  Padahal, sejatinya  reklamasi diperuntukkan untuk mengembalikan fungsi pantai sesuai ekosistem sumber daya lingkungan laut.

"Tapi kalau  mengganggu ekosistem, maka akan merugikan perekonomian itu sendiri,” jelasnya.

Dikatakan, jika tugas negara adalah membangun untuk semua, maka harus terintegrasi antara ekosistem lingkungan, Amdal, sumber daya, dan hukum. Tapi, saat ini yang diperlukan adalah kepastian hukum.[wid]
    


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya