Berita

Bisnis

BKPM Kawal Minat Investasi Pengusaha Belgia Agar Segera Terealisasi

KAMIS, 21 APRIL 2016 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menggelar pertemuan dengan pimpinan 15 perusahaan Belgia dari berbagai sektor, di Brussel. Pertemuan ini dilakukan di sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.

Pertemuan ini juga sebagai tindaklanjut atas kunjungan Putri Astrid pada Maret lalu.  Saat itu, Putri Astrid dari Belgia membawa delegasi bisnis negaranya ke Indonesia, sebanyak 301 orang termasuk 167 CEO dari 167 perusahaan.

Kepala BKPM menjelaskan sebagian perusahaan-perusahaan Belgia yang hadir dalam pertemuan hari ini adalah mereka yang sudah berinvestasi di Indonesia dan berencana memperluas investasinya. Misalnya perusahaan produsen serat baja yang akan memperluas investasinya senilai US$ 50 juta di Karawang, industri pembuatan pisau yang berencana membuka pabrik baru di Bekasi, serta perusahaan ritel yang akan melakukan perluasan jaringan.  


"Terhadap perusahaan-perusahaan yang akan melakukan perluasan investasinya, BKPM fokus untuk memfasilitasi rencana perluasan agar segera terealisasi. Termasuk fasilitasi permasalahan yang dihadapi sebagai bagian implementasi rezim pelayanan kepada investor yang dilakukan BKPM," ujar Franky pagi waktu Belgia (21/4).

Sedangkan perusahaan-perusahaan yang baru menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia antara lain di sektor infrastruktur gas alam, seperti transportasi, penyimpanan, dan distribusi gas alam, multimedia, layanan kargo, serta produksi crane. 

"Perusahaan-perusahaan tersebut rata-rata sudah menjalin komunikasi dengan mitra lokalnya di Indonesia. Bahkan beberapa sudah mendirikan kantor perwakilan di Indonesia. Kita akan mengawal minat investasi ini agar dapat segera terealisasi," jelas Franky.  

Dari sisi investasi, ruang untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang investasi masih terbuka sangat lebar. Bila mengacu dari data BKPM, sepanjang enam tahun terakhir (2010-2015) realisasi investasi Belgia di Indonesia mencapai USD 132 Juta dan berada di peringkat 27 negara asal investasi yang masuk ke Indonesia. Sedangkan dari sisi komitmen investasi, untuk periode 2010-2015, komitmen investasi dari Belgia mencapai US$ 213,5 juta terdiri dari 64 proyek investasi.  

Sementara itu, komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada bulan Januari 2016 mencapai Rp 6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 670 miliar. Kenaikan komitmen investasi Eropa tersebut melanjutkan tren positif tahun 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang tahun 2015 mengalami kenaikan 16 persen menjadi Rp Rp 37,3 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 32,2 triliun. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya