Berita

eddy nasution/net

Hukum

MA Akui Pegawainya Ditangkap KPK

RABU, 20 APRIL 2016 | 21:41 WIB | LAPORAN:

Mahkamah Agung (MA) mengakui bahwa salah satu pegawainya yang bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditangkap Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Juru Bicara MA Suhadi, pihaknya sudah mendapat konfirmasi mengenai terjaringnya Panitera Sekretaris PN Jakpus Eddy Nasution dalam operasi tangkap tangan KPK siang tadi.

"MA sudah dapat informasi dari KPK cuma belum tahu masalah apa yang tersangkut OTT tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/4).


Suhadi menambahkan, Eddy merupakan pejabat yang berwenang dalam mengurus administrasi perkara di PN Jakpus. Selain mengurusi administrasi perkara, Eddy juga bisa lakukan eksekusi perkara perdata. Meski demikian, Suhadi enggan berkomentar lebih banyak mengenai kewenangan Eddy dalam melakukan eksekusi perkara perdata yang membuatnya dicokok KPK.

"Kita tunggu statemenr (pernyataan resmi) dari KPK," singkatnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan tiga orang dalam operasi tangkap tangan. Satu diantaranya adalah Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Eddy Nasution.

Dari informasi, ketiganya sudah digelandang ke Gedung KPK dan sedang diperiksa secara intensif. Lembaga anti rasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya