Berita

Amber Heard dan Johnny Dep:net

Blitz

Amber Heard Dan Johnny Depp, Gara-Gara Anjing, Bikin Video Minta Maaf

RABU, 20 APRIL 2016 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mei 2015, Amber Heard dan Johnny Depp bikin heboh atas satu hal yang tak biasa. Heard dituduh secara ilegal membawa dua anjing terrier Yorkshire, Boo dan Pistol ke Queensland, Australia dengan menggunakan jet pribadi ketika dia mengunjungi Depp saat syuting film Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales.

Kehadiran kedua anjing itu di Australia diketahui setelah seorang perawat anjing mengunggah foto Pistol dan Boo di media sosial.

Kasus ini dijuluki "perang terhadap anjing terrier" dan menjadi berita utama internasional ketika Menteri Perta­nian saat itu Barnaby Joyce mengatakan hewan-hewan peliharaan itu harus "kembali ke Amerika Serikat."


Nah Senin lalu, pasangan suami-istri itu menghadapi proses persidangan di Queensland, Australia. Heard lolos dari hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar 100 ribu dolar AS setelah datang langsung dan meminta maaf ke pengadilan. Sebagai gantinya, sang hakim, Margaret Callaghan, meminta bintang Magic Mike XXL itu untuk membayar uang jaminan 1.000 dolar ASdan melarang sang artis melakukan hal-hal buruk di Australia hingga 18 Mei mendatang.

Tak hanya itu, Heard dan Depp juga membuat video permohonan maaf, yang kemudian diunggah oleh Departe­men Agrikultur dan Sumber Air Pemerintah Australia.

Video berdurasi kurang dari semenit itu, dibuka oleh Heard yang menyebut bahwa Australia adalah tempat yang penuh dengan keanekaragaman hayati. "Australia adalah sebuah pulau mengagumkan dengan tanaman, binatang dan orang yang unik," katanya.

"Saya minta maaf karena Pistol dan Boo tak di­laporkan terlebih dahulu sebelum masuk Australia. Melindungi Australia adalah sebuah hal yang penting," ujar Heard.

"Laporkan apapun yang kau bawa saat kau memasuki wilayah Australia. Terima kasih," sahut Depp. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya