Berita

Najib Razak:net

JENDELA DUNIA

Najib Diserang Adiknya

Soal Uang Dari Arab
RABU, 20 APRIL 2016 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meski sudah dibela Kerajaan Arab Saudi atas dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Perdana Menteri Najib Razak belum bisa bernapas lega. Kini, dia harus menghadapi serangan dari adiknya sendiri, Nazir Razak. Sebabnya, Nazir tidak terima namanya disebut-sebut dalam kasus yang menimpa kakaknya itu, dia pun buka-bukaan.

Melalui jumpa pers yang digelar, Senin (18/4), Nazir mengawali pernyataan dengan mengundurkan diri sementara dari jabatannya sebagai ketua CIMB Group Holdings. Semenjak namanya terseret kasus sang kakak, saham bank Malaysia itu kian terjun bebas. Nazir terseret ke skandal korupsi 1MDB setelah The Wall Street Journal melaporkan bulan lalu bahwa dia menerima uang 7 juta dolar AS, setara Rp 92 miliar dari Najib. Uang itu masuk ke rekening Nazir sebelum Pemilu 2013.

Nah, uang itu, kata Nazir, disebar ke sejumlah politisi Malaysia menjelang Pemilu 2013. Nazir mengaku saat itu dia tidak tahu sumber dana itu adalah hasil bancakan. "Yang saya lakukan tidak melanggar hukum atau mempengaruhi posisi saya di CIMB, tetapi karena perhatian media, saya memahami ini membuat tidak nyaman para pemegang saham," ujar Nazir seperti dilaporkan Reuters, kemarin.


Di Negeri Jiran, Nazir merupakan tokoh korporat yang terkemuka. Dia pun blak-blakan soal dugaan dana 1MDB yang mengalir kepadanya. Saat itu, dia percaya uang tersebut berasal dari penggalangan dana yang sah. Sejurus kemudian, uang itu melalui CIMB Bank dikucurkan ke politisi berkuasa atas instruksi dari kakaknya, Najib.

"Saya bertindak berdasarkan apa yang saya tahu pada waktu itu dan tentu saja, mengingat semua kontroversi seputar 1MDB dan sumber pendanaan politik sejak 2014, saya menyesal," katanya.

Untuk diketahui, pengakuan Nazir ini telah memutar roda nasib Najib yang sebelumnya berada di atas angin lantaran diklaim bersih oleh kejaksaan Januari lalu. Kerajaan Arab Saudi juga telah mengamini memberikan dana sukarela kepada Najib sebesar 681 juta dollar AS setara Rp 9 triliun. Padahal, banyak tudingan uang itu hasil bancakan proyek 1MDB.

Perkembangan kasus 1MDB yang melibatkan lima negara, termasuk Amerika Serikat dan Swiss, bulan ini menemukan dana miliaran dolar yang mengarah kepada Najib sekaligus kepala proyek 1MDB. Tidak hanya itu, proyek juga mengarah kepada utang negara yang melonjak dari 1,3 miliar dolar AS pada 2009 menjadi 12,8 miliar dolar AS, Januari tahun ini.

Jauh-jauh hari, Najib telah membantah melakukan korupsi atas aliran dana yang mengalir ke rekeningnya untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, dana besar yang ada di rekeningnya itu berasal dari hibah Kerajaan Arab Saudi. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya