Berita

arif wibowo/net

Bisnis

Garuda Resmi Pesan 14 Pesawat A330-900neo, Apa Tujuannya?

RABU, 20 APRIL 2016 | 04:02 WIB | LAPORAN:

Garuda Indonesia telah menetapkan pemesanan pada Airbus untuk pembelian 14 A330-900neo. Pemesanan pesawat versi terkini dari pesawat berbadan lebar A330 yang dilengkapi dengan mesin baru itu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan serta ekspansi bisnis perusahaan di masa depan.

Demikian dikatakan CEO Garuda Indonesia, Arif Wibowo dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa malam (19/4).

Penandatanganan nota kesepakatan tersebut disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron MP.


Menurut Arief, pihaknya berencana memanfaatkan teknologi canggih serta efisiensi yang lebih baik dari A330neo untuk mengembangkan jaringan penerbangan jarak menengah dan jarak jauh. Pemesanan ini menggantikan serta memperluas cakupan pesanan yang sudah ada untuk tujuh pesawat A330-300. A330neo yang dipesan tersebut akan dikirimkan pada Garuda Indonesia mulai tahun 2019.

"Kami dengan gembira mengumumkan bahwa kami akan melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sekian lama dengan Airbus. Garuda Indonesia dan Airbus sama-sama memahami bahwa tujuan jangka panjang dari kesepakatan ini ialah untuk keluar sebagai pemenang di tengah berbagai tantangan global,” kata dia.

A330neo, lanjut Arief, mewakili masa depan yang lebih efisien bagi Garuda Indonesia. "Restrukturisasi pesanan ini dipercaya dapat mendukung komitmen kami untuk terus menyediakan layanan perjalanan udara yang istimewa, modern, dan nyaman bagi seluruh pelanggan, serta memperkuat pertumbuhan positif yang berkelanjutan dan juga ekspansi perusahaan," sambungnya.

Arief juga percaya bahwa teknologi mutakhir pada pesawat ini akan mendukung Garuda Indonesia untuk mencapai daya saing yang lebih tinggi lagi di industri penerbangan.

PM Cameron mengatakan, kesepakatan ini menggarisbawahi semakin pentingnya hubungan Inggris dengan Indonesia, yang perekonomiannya terus tumbuh dengan cepat dan akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030.

"Kami adalah investor terbesar kelima di Indonesia dan hubungan kami memiliki lebih banyak lagi potensi yang masih belum tergali sepenuhnya. Kami ingin mendorong lebih banyak pelaku bisnis dari Inggris untuk meraih kesempatan ini, kami akan terus mendukung mereka dengan menyokong keahlian dan keterampilan dari Inggris," terangnya.

Sementara itu, Airbus Chief Operating Officer Tom Williams mengatakan, pihaknya sangat senang menyambut Garuda sebagai pelanggan baru A330neo.

"A330neo akan membawa banyak keuntungan berkat nilai ekonomi operasionalnya yang tidak terkalahkan. Termasuk di dalamnya ialah pengurangan konsumsi bahan bakar yang signifikan, biaya perawatan yang lebih rendah, dan jarak tempuh yang lebih jauh. Pesawat ini akan dilengkapi kabin Airspace by Airbus yang akan menjamin posisi A330 sebagai tolok ukur, baik bagi pelanggan maupun maskapai," jelasnya.

Kesepakatan ini merupakan pencapaian terbaru dari kerja sama yang telah terjalin sejak lebih dari tiga puluh tahun, yaitu sejak Garuda Indonesia menerima A300 pertamanya. A330-800neo dan A330-900neo adalah dua anggota terbaru dari keluarga pesawat berbadan lebar Airbus yang penyerahan pertamanya akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2017.

A330neo dilengkapi dengan mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru, penyempurnaan aerodinamika, serta fitur-fitur kabin terbaru. Karena nilai ekonomisnya yang tidak terkalahkan, serta sifatnya yang serbabisa dan handal, A330neo dapat memangkas konsumsi bahan bakar hingga 14 persen per kursi, membuatnya menjadi pesawat jarak jauh berbadan lebar yang paling efisien di pasaran. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya