Berita

ongen/ist

Hukum

Dakwaan Banyak Kejanggalan, Ongen: Lawan Rezim Pembohong!

SELASA, 19 APRIL 2016 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Terdakwa Yulian Paonganan alias Ongen menjalani sidang perdana dengan agenda mendengarkan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dugaan pelanggaran UU Pornografi dan UU ITE di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/4).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Nursam itu berlangsung tertutup dan sangat singkat. Di luar persidangan, ribuan massa pendukung Ongen terus memberikan dukungan terhadapnya.

Massa berasal dari Ormas Laskar Merah Putih dan mahasiswa, serta teman teman Ongen di twitter. Mereka menuntut Ongen dibebaskan. Aksi demo itu mendapat pengawalan dari Sabhara Polres Jakarta Selatan.


"Tadi sudah dibacakan‎ dalam persidangan, terdakwa didakwa UU Pornografi," ujar Jaksa Penutut Umum Sangaji usai persidangan.

Menurutnya, dasar dakwaan tulisan hastag dan gambar yang diupload oleh terdakwa masih kurang lengkap.

"Ya, nanti lengkapnya kita akan lihat dari fakta persidangan. Karena tadi baru membacakan dakwaan," sambung Sangaji.

Usai sidang, Ongen dengan lantang berteriak 'Lawan Rezim Pembohong'. Setelah itu, Ongen langsung diboyong kembali menuju mobil jemputan yang akan membawanya kembali ke Rutan Cipinang.

Sementara, Fahmi selaku pengacara Ongen mengaku kecewa dalam pembacaan dakwaan kliennya. Sebab, dakwaan yang dibacakan JPU tidak diuraikan.

"Saya kaget mendengar bacaan dakwaannya, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai suatu dakwaan yang diatur pasal 143 ayat 2 butir B KUHP. Nanti keberatan atas dakwaan akan saya bacakan dalam eksepsi," ujarnya.

Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan eksepsi pada Selasa 28 April 2016. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya