Berita

badrodin haiti/net

Politik

PPP Djan Faridz Apresiasi Gerak Cepat Kapolri

Humphrey Jelaskan Kronologi
SELASA, 19 APRIL 2016 | 14:17 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Wakil Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, memuji tindakan cepat Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan aparat Polda DI Yogyakarta atas perkara pelemparan bom molotov yang menewaskan satu simpatisan PPP di Sleman pada Minggu lalu.

"DPP PPP yang sah sangat mengapreasi tindakan cepat aparat. Bahkan dengar Bapak Kapolri langsung berkomunikasi dengan Kapolda untuk segera menangani dan menginvestigasi kasus bom molotov itu. Kami salut dan berterima kasih pada Bapak Kapolri," kata Humphrey kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/4).

PPP kubu Djan Faridz meminta kepolisian segera menangkap terduga pelaku yang terdeteksi rekaman dan teridentifikasi lewat motor yang tertinggal. Terduga pelaku juga dapat ditelusuri dari keterangan saksi hidup bernama Taufan yang juga menjadi korban luka.


"Segera buka ke publik siapa dalang dan juga motifnya. Kami yakin Kapolri punya keberanian untuk mengungkapkan seluruhnya. Jangan sampai kehidupan demokrasi di Indonesia dibunuh dengan cara-cara terorisme," tegasnya.

Humphrey pun menjelaskan kronologi kejadian usai tabligh akbar yang berjalan penuh kedamaian serta mendapat penjagaan ketat polisi itu.

Menurut dia, tabligh akbar di Sleman diprakarsai akar rumput PPP dari Forum Komunikasi Laskar PPP. Kepanitiaan acara sama sekali tidak diisi pengurus PPP Yogyakarta atau pengurus pusat.  

Diterangkannya, warga PPP prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia di mana semakin nyata terlihat kekuasaan tanpa malu-malu mengkerdillkan hukum. Padahal konstitusi menegaskan hukum sebagai panglima. Kasus PPP menjadi contoh nyata kekuasaan mengerdilkan hukum. Putusan Mahkamah Agung Nomor 601 yang menetapkan kepengurusan PPP yang sah diabaikan oleh Menteri Hukum dan HAM

Menurut Humphrey, masyarakat bawah lebih paham hukum daripada seorang menteri hukum. Karena itu, mereka menggelar acara tabligh akbar dengan tuntutan pencopotan Menkumham.
 
"Kejadian terkutuk dan biadab terjadi setelah grass root bubar, ternyata ada kelompok OTK yang melempar bom molotov pada anggota laskar, almarhum Didin Sumaryanto dan Taufan Pulung," jelasnya.

Humphrey sayangkan kini muncul komentar-komentar yang mencoba memelintir fakta tragedi itu. Misalnya, menuding kubu Djan Faridz sebagai penyebab kejadian.

"Itu komentar tidak berdasar. Mereka tidak punya kekuatan apapun, termasuk dukungan grass root, apalagi kekuatan hukum. Mereka bisanya sembunyi di ketiak Menkumham," tutupnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya