Berita

rizal ramli dan hanif dhakiri/rmol

Bisnis

Menteri Rizal Dan Menteri Hanif Dorong TKI Profesional Diperbanyak

SELASA, 19 APRIL 2016 | 13:29 WIB | LAPORAN:

Rizal Ramli menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Sistem pendidikan di Indonesia, menurut Rizal, terlalu fokus pada pendidikan umum. Buktinya bisa dilihat dari besaran dana APBN yang digelontorkan mencapai Rp 404 triliun untuk pendidikan umum. Padahal, sistem pendidikan lain seperti politeknik atau sekolah kejuruan lebih menunjang skill tenaga kerja.

"Selama ini kita terlalu mengikuti pola Amerika dan Inggris. Padahal sistem yang mengutamakan kejuruan itu jauh lebih bagus sehingga alumninya punya skill untuk masuk industri," kata Rizal usai rapat dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa, (19/4).


Rizal menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill berkualitas.

Ia mencontohkan sistem pendidikan Singapura yang dulu hanya memiliki satu universitas. Anak-anak Singapura didorong masuk ke politeknik. Kini setelah Singapura ekonominya maju, barulah universitas didorong untuk dikembangkan. Hingga kini Singapura memiliki tujuh universitas.

Peningkatan profesional tenaga kerja juga berlaku untuk ekspor tenaga kerja alias TKI.

"Kita ingin tenaga kerja yang sifatnya unskill menjadi profesional. Sekarang ini ekspor tenaga kerja TKI yang unskill kita dapat devisa 150 miliar dolar AS, diharapkan bisa meningkat lima kali kalau kualitasnya kita tingkatkan," kata Rizal.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Hanif menegaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus dilakukan bersama-sama, tidak semata menjadi domain Kemenaker.

"Bagaimana moving faster, percepatan ini memerlukan support dari berbagai kalangan. Tentu ini menjadi policy pemerintah secara keseluruhan," kata Hanif.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya