Berita

Fadli Zon/net

Hukum

Fadli Zon Dorong Komisi III Bentuk Pansus Sumber Waras

SENIN, 18 APRIL 2016 | 12:45 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 750 miliar dengan cek tunai, tidak lazim.

"Itu tidak lazim di dalam transaksi kita. Cek tunai puluhan tahun lalu wajar, sekarang nggak," kata politikus Partai Gerindra ini, di Jakarta, Senin (18/4).

Dengan melakukan transaksi dengan cek tunai, Fadli yakin pembelian lahan Sumber Wara statusnya tidak clean and clear.


"Jadi kerugian negara itu nyata jelas. Kalau kita waras kita nggak akan berpikir panjang-panjang soal kasus ini, jelas korupsi," jelasnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya mengungkapkan ada enam penyimpangan dalam proses pengadaan tanah RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta. Enam penyimpangan itu ditemukan oleh BPK dalam audit investigasi pengadaan lahan RS Sumber Waras. Enam penyimpangan itu terkait dengan proses perencanaan, penganggaran, penyusunan tim pembelian tanah, penetapan lokasi, pembentukan harga, dan penyerahan hasil pengadaan tanah.

Atas dasar penemuan BPK itu, lanjut Fadli, DPR lewat Komisi III harus menindaklanjutinya.

"Saya kira memang Komisi II harus lebih proaktif, dan harusnya bikin pansus (panitia khusus)," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya