Komisi Energi DPR mengusulkan Blok Masela memproduksi compressed natural gas/CNG agar daÂpat menjadi alternatif bahan bakar di Indonesia, selain bensin dan solar.
"Sebagai follow-up keputusan Pak Jokowi yang memutuskan pengembangan kilang Masela di darat (onshore). Saya kira pengembangannya yang paling cocok yakni mengubah gas alam menjadi alternatif bahan bakar," kata Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto kepada Rakyat Merdeka di akhir pekan.
Dia yakin investor, Inpex dan Shell tidak keberatan mengembangkan skema kilang CNG. Karena, skema CNG lebih murah 5 miliar dolar AS jika dibandingkan membangun kilang gas alam cair Liquefied Natural Gas/LNG.
Selain itu, menurut Dito, memproduksi CNG bukan berarti tidak bisa memproduksi LNG. Investor bisa memproduksi LNG, dengan memanfaatkan kilang LNG di Bontang, di Kalimantan Timur. Karena, dari 8 kilang, ada 4 sampai 5 unit masih nganggur karena kekurangan pasokan gas.
"Ini kan bagus dan hemat memanfaatkan aset negara yang nganggur," terangnya.
Selain hemat biaya, Dito menuturkan, pengemÂbangan kilang CNG bisa lebih cepat. Kilang CNG dapat beroperasi pada 2021-2022, lebih cepat jika dibandingkan peoposal milik pemerintah yang baru bisa beroperasi pada 2025-2026. Dengan demikian, masyarakat Maluku menjadi lebih cepat mendapatkan manfaat dari proyek ini.
"Misalkan, membangun kilang LNG baru, penyusunan revisi rencana pembangunan (plan of development/POD) butuh waktu lebih lama, setidaknya dua tahun karena harus melakukan kajian analisa dampak lingkungan (amdal). Belum lagi kendala saat konstruksi, karena pembebasan lahannya ribet," terang Dito.
Keuntungan lain, disebutkan Dito, seiring waktu operasi kilang yang lebih cepat, pemerintah memiliki kesempatan mendapatkan pangsa pasar yang bagus. Karena, pasal LNG pada 2025-2026 diprediksi lesu. "Kalau pake skema yang usdah ada, harga LNG Masela diprediksi rendah. Penyebabnya, karena bersamaan denÂgan jadwal produksi sejumlah kilang LNG dunia seperti Australia, Qatar, dan produsen besar lain," katanya.
Sekadar informasi, CNG bahan bakar dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Di masyarakat, CNG dikenal sebagai
bahan bakar gas (BBG). BBG dianggap lebih baik dari bensin dan solar. Selain harganya murah, bahan bakar itu juga ramah lingkungan. ***