Berita

mbak rachma/net

Hukum

Mbak Rachma: Indonesia Surga Para Koruptor

MINGGU, 17 APRIL 2016 | 14:15 WIB | LAPORAN:

Indonesia masih belum lepas sebagai negara yang menjadi surga bagi koruptor, menyusul rencana pemerintah menerapkan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

Politisi senior Rachmawati Soekarnopurti menilai bahwa tax amnesty merupakan pengampunan kewajiban membayar pajak bagi oknum nakal yang melarikan uang hasil korupsi ke luar negeri. Alasan pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut untuk menghindari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Surga para koruptor. Jadi, defisit anggaran dipakai modus. Lain kali korupsi dan ngemplang pajak maka koruptor mendapat pengampunan pajak asal bawa lagi uangnya. Bagaimana hukum di Indonesia," katanya kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (17/4).


Menurut Mbak Rachma, begitu dia akrab disapa, koruptor di Indonesia selalu mendapat perlakuan istimewa selama ini. Sebut saja para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang mendapat fasilitas Surat Keterangan Lunas (SKL) dan jaminan pembebasan dari tuntutan hukuman (release and discharge/R&D) di era kepemimpinan Presiden RI ke-V Megawati Soekarnoputri.

Saat ini, di era Presiden Joko Widodo yang notabene petugas partai pimpinan Megawati Soekarnoputri PDI Perjuangan, pemerintah bakal menerapkan tax amnesty.

"KPK, Polri, Kejagung, para penegak hukum cuma bengong kah. Ini perbuatan melawan hukum apa dibiarkan. Tangkap dan proses," ujarnya.

Mbak Rachma memastikan bahwa pemberlakuan tax amnesty kepada para pengemplang pajak akan menjadi preseden buruk bagi kewibawaan Indonesia sebagai negara hukum.

"Cepat atau lambat akan recht vacum dan chaos. Ketidakpastian hukum ini berdampak ketidakadilan sosial, jadi keresahan sosial," jelasnya.

Begitu pula, tax amnesty nampaknya akan diberikan kepada Samadikun Hartono, salah satu pengemplang BLBI yang lari ke luar negeri sejak 2003 silam.

"Jadi, Hartono Samadikun pulang dari persembunyian di China sebagai tamu agung atau tersangka," tegas Mbak Rachma yang juga pendiri Partai Pelopor. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya