Berita

net

Bisnis

Pemerintah Tingkatkan Surplus Perdagangan Dengan AS

MINGGU, 17 APRIL 2016 | 12:27 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perdagangan terus meningkatkan kinerja ekspor nasional, salah satunya dengan terus menggenjot ekspor ke negara-negara tradisional khususnya ke Amerika Serikat.

Berbicara dalam forum Indonesia-US Trade and Investment Framework Arrangement Trade and Investment Council (TIFA-TIC) yang digelar di Yogyakarta, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Iman Pambagyo mengatakan, pertemuan tahun ini harus diarahkan untuk menaikkan surplus perdagangan Indonesia. Dengan menciptakan atmosfer positif kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

"Pemerintah ingin menciptakan atmosfer positif untuk menaikkan lebih besar lagi surplus neraca perdagangan dengan AS. Pada 2015, Indonesia surplus USD 8,65 miliar," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta (Minggu, 17/4).


Iman menjelaskan, total nilai perdagangan Indonesia dengan AS selama periode 2011-2015 menunjukkan tren penurunan sebesar 0,33 persen. Pada 2015, total perdagangan Indonesia-AS sebesar USD 23,83 miliar atau menurun 3,51 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 24,76 miliar.

Sementara, ekspor Indonesia ke AS pada 2015 tercatat USD 16,24 miliar dengan nilai impor pada periode yang sama sebesar USD 7,59 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus USD 8,65 miliar pada 2015.

"Sedangkan, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS periode Januari 2016 telah mencapai surplus USD 773,82 juta," beber Iman.

Adapun, beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan TIFA-TIC antara lain program Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, Intellectual Property Right, Localization Requirement for High Tech Products, dan pertukaran informasi atas model Bilateral Investment Agreement (BIT), Trade Facilitation Agreement (TFA) Indonesia, Lacey Act (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), perkembangan Trans-Pacific Partnership (TPP), dan proposal Indonesia terkait Palm Oil Joint Study. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya