Berita

FOTO :NET

Bisnis

Poempida: Ketum Apindo Tidak Nasionalis!

JUMAT, 15 APRIL 2016 | 11:38 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani dinilai telah bersikap sangat tidak nasionalis dan melanggar UU dengan terang-terangan menolak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Hanya karena alasan basis kualitas pelayanan yang perlu ditingkatkan tidak bisa dijadikan referensi untuk tidak mau berpartisipasi dalam JKN," ujar
mantan Anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatulloh melalui keterangan persnya, Jumat (15/4).

Poempida melanjutkan, seyogyanya sebagai pengusaha, ketum Apindo sadar bahwa basis pelayanan itu harus berpatokan kepada ketersediaan sarana dan prasarana, terutama dalam hal ini dana yang cukup.

Poempida melanjutkan, seyogyanya sebagai pengusaha, ketum Apindo sadar bahwa basis pelayanan itu harus berpatokan kepada ketersediaan sarana dan prasarana, terutama dalam hal ini dana yang cukup.

"Semangat gotong royong yang menjadi roh dari nawacita program pemerintah sekarang itu sudah termanifestasi secara implementatif dalam program JKN. Sehingga jika ada pihak-pihak yang menentang untuk tidak ikut berarti bertindak subversif dan melawan UU," tegasnya.

Ia pun mengimbau agar Hariyadi segera berpikir ulang atas pernyataan yang dibuatnya tersebut, karena akan ada dampak hukum sebagai konsekuensinya.

Ia menambahkan, dalam konteks kualitas pelayanan JKN, pengusaha seharusnya dapat melakukan sistem top up. Basis pelayanan JKN tetap disertakan benefit tambahannya dapat dijadikan dengan pelayanan berbasis asuransi komersial. Dengan demikian, jelas Poempida, tidak akan terjadi polemik berpotensi terjadi dikarenakan statement Hariyadi dimaksud.

"Program JKN tidak boleh gagal dan harus didukung oleh segenap masyarakat Indonesia karena manfaatnya sungguh besar bagi masyarakat," demikian Poempida.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya