Berita

Hukum

Polres Asahan Aktif Kampanye Anti Narkoba Untuk Pelajar

JUMAT, 15 APRIL 2016 | 10:46 WIB | LAPORAN:

Mengantisipasi peredaran narkoba yang sudah menjadi musuh bersama, Polres Kabupaten Asahan, Medan Sumatera Utara menggelar Kampanye Anti Narkoba. Hadir sejumlah tokoh masyarakat dan siswa dalam kampanye anti narkoba ini.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, digelarnya Kampanye Anti Narkoba karena selama lima tahun terakhir wilayah hukumnya memasuki zona merah narkoba. Peredaran barang haram tersebut juga telah masuk di lingkungan pelajar.

"Kampanye ini salah satu cara kami berkomunikasi kepada masyarakat," ujar Tatan saat membuka Kampanye Anti Narkoba di Mapolres Asahan, Medan, Sumatera Utara, dalam rilisnya.


Menurut Tatan, untuk meredam peredaran narkoba maka pihaknya tidak hanya sekedar kampanye. Namun juga ikut mengedukasi pelajar dan mahasiswa bahwa mencegah peredaran narkoba dapat menekan penggunaan narkoba.

"Jadi masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dan berani untuk melaporkan akan adanya tindak kejahatan termasuk adanya peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan kabupaten Asahan," papar Tatan.

Tatan menegaskan, polisi adalah milik masyarakat. Oleh karena itu pihaknya wajib yang mendatangi masyarakat termasuk memberikan penyuluhan akan bahaya narkoba. Sehingga narkoba, salah satu mata rantai agar tidak masuk dan beredarnya di Asahan.

"Caranya dengan mengedukasi agar mereka mengerti dan mau melaporkan tindak kejahatan narkoba. Sekali lagi dengan bersinergi, perang terhadap narkoba bisa kita lakukan bersama sama," tegasnya.

Sepanjang tahun 2015 hinggap April 2016, Polres Asahan berhasil mengungkap setidaknya 246 perkara terkait narkoba dan menahan 346 pelaku . Sejumlah barang bukti telah disita, yaitu ganja seberat 3,6 kilogram, sabu seberat sekitar 6 kg, ekstasi 25.592 butir dan minuman keras 3.763 botol. [wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya