Berita

Rusdi Kirana:net

Bisnis

Masuk Panama Papers, Rusdi Cs Mundurlah...!

Rawan Konflik Kepentingan
KAMIS, 14 APRIL 2016 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selain pengusaha, terdapat juga pejabat negara di tanah air yang masuk dalam daftar Panama Papers. Nangkringnya nama se­jumlah pejabat di daftar Panama Papers, dikhawatirkan rawan konflik kepentingan.

Anggota Badan Anggaran DPR Nizar Zahro menyayangkan, ada beberapa pejabat negara yang masuk dalam Panama Papers untuk menghindari bayar pajak. Mereka antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang juga bos Lion Air Rusdi Kirana. Padahal, negara sedang getol menggenjot pajak untuk pembangunan infrastruktur.
 
"Dia (Rusdi) punya perusahaan di Panama untuk apa? Selain pengusaha, dia kan sudah diangkat Presiden jadi Wantimpres," ujar Nizar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Dia khawatir, jabatan Rusdi sebagai Watimpres dan bos Lion Air rawan menimbulkan konflik kepentingan. "Saya berharap, dan mengajak semua nama yang ada di dokumen tersebut sadar diri. Lebih baik uang yang di luar negeri masuk ke Indonesia, agar pemerintah juga terbantu dalam target pembangunan," tegasnya.

Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso meminta pejabat negara yang terbukti menghindari pajak mengundurkan diri. "Para petinggi negara secara etika seharusnya mengundurkan diri kalau memang punya perusa­haan dan menyimpan uang di luar negeri," desaknya.

Dia menyebutkan, pejabat atau pengusaha yang mendirikan peru­sahaan dengan kebutuhan khusus (Special Purpose Vehicle/SPV) di berbagai negara tax haven seperti, Hong Kong, Singapura, atau Panama, digunakan untuk tujuan negatif melalui berbagai modus.

"PPATK sejauh ini telah mem­bentuk tim untuk meneliti informasi dari Panama Papers dan bekerja sama dengan satuan tugas dari Ditjen Pajak," kata Agus.

Dia menjelaskan cara kerja PPATK. Pertama, mencocokkan nama-nama yang ada di dalam Panama Papers dengan laporan transaksi mencurigakan yang dipegang oleh jajarannya. Kedua, pihaknya akan mencocokkan data Laporan Kekayaan Para Pejabat Negara (LKPN) dengan Panama Papers.

Menurut Agus, beberapa modus perusahaan atau individual dalam melakukan pendirian perusahaan di tax haven seperti transfer pricing, menggalang pinjaman dari luar negeri dan mengalihkan segala macam pendapatan tidak ke perusahaan tapi ke shell company.

Saat dikonfirmasi, telepon dan SMS dari Rakyat Merdeka tak direspons oleh Rusdi Kirana. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya