Berita

badrodin haiti/net

Hukum

Kapolri Imbau Petugas Pajak Minta Pengawalan Polisi

RABU, 13 APRIL 2016 | 15:27 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memastikan akan menuntaskan perkara pembunuhan terhadap dua orang petugas pajak Kantor Perwakilan Pajak, Sibolga, Sumatera Utara.

Juru sita pajak negara bernama Parada Toga Fransriano Siahaan dan anggota satuan pengamanan Soza Nolo Lase tewas setelah ditikam wajib pajak yang adalah seorang pengusaha jual beli getah karet di Desa Hilihao, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, bernama Agusman Lase.

Badrodin mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, tadi pagi terkait staf insiden di Nias itu.


"Kami ucapkan belasungkawa atas dua staf Dirjen Pajak yang jadi korban meninggal dunia dihakimi oleh kelompok orang di Nias," kata dia.

Kapolri mengimbau kepada Dirjen Pajak agar pihaknya meminta pengawalan kepolisian dalam menjalankan tugas-tugas yang mengandung risiko terhadap diri petugas.

"Kebetulan kami sudah tandatangan MoU dengan Ditjen Pajak, Kemenkeu, Kabareskrim, Kaba Intel, Kabaharkam terkait kerjasama antara Polri dengan Ditjen Pajak," katanya.

Menurut Kapolri, para terduga pelaku berjumlah 10 orang sudah diamankan Polda Sumatera Utara. Semua pelaku itu ada di tempat kejadian perkara. Menurutnya, kepolisian tidak akan mentolerir kekerasan-kekerasan kepada petugas negara.

"Ada 10 orang, termasuk wajib pajak. Ini sedang proses pemeriksaan siapa-siapa saja yang terlibat kasus ini akan kita proses secara hukum sampai ke tingkat pengadilan," jelasnya.

Kapolri jelaskan dua penagih pajak dari kantor pelayanan pajak Sibolga itu sebenarnya hendak memberikan surat paksa kepada sang wajib pajak yang kantornya berada di Sibolga.

"Tapi orangnya tidak ada, lalu dia (petugas pajak) mendatangi Nias. Di situ terjadi kerawanan-kerawanan yang mugkin tidak diprediksi," terang Kapolri.

Wajib pajak menyerahkan diri kepada kepolisian. Sedangkan terduga pelaku yang lain ditangkap oleh kepolisian.

"Masih pengembangan apakah pelaku cuma satu atau lebih dari satu orang. Tentu hasil periksa Polda Sumut yang akan menentukan ini," tegasnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya