Berita

Hukum

KPK Cari Tahu, Uang Rp 385 Juta Di Mobil Bupati Subang Terkait Suap Atau Tidak

SELASA, 12 APRIL 2016 | 16:29 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami uang sejumlah Rp 385 juta yang diamankan dari mobil Bupati Subang, Jawa Barat, Ojang Sohandi.

Uang tersebut didapat saat penyidik menciduk Ojang dan ajudannya dalam operasi tangkap tangan sekitar pukul 13.40 Wib, pada Sabtu (9/4) lalu di Subang, Jawa Barat.

Saat mengamankan Ojang dan ajudan, KPK menemukan lagi duit Rp 385 juta dari dalam mobil Pajero Sport dengan nopol T 1978 PN. KPK menduga Ojang menerima gratifikasi terkait hal lain.


"Uang yang didapat di mobil OJS (Ojang Sohandi) sedang dipelajari, apakah janji yang berhubungan dengan kasus atau tidak. Tapi nanti akan diberikan up date," ungkap Wakil Ketua KPK Laode Syarif, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (12/4).

Penangkapan Ojang bermula saat KPK menciduk Deviyanti Rochaeni selaku Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan tinggi Jawa Barat dalam OTT di lantai 4 kantor Kejati Jabar.

Devi diduga menerima Rp 528 juta dari Leni Marliani istri dari terdakwa penyalagunaan anggaran BPJS Kabupaten Subang tahun 2014 Jajang Abdul Kholik. Uang tersebut diduga untuk mengamankan kasus Jajang yang ditangani Kejati Jabar.

Usut punya usut, uang Rp 528 juta itu diduga berasal dari Bupati Subang Ojang Sohandi. Tujuan Ojang memberi duit agar tuntutan terhadap Jajang diringankan, serta mengamankan Ojang agar tidak tersangkut kasus anak buahnya.

Sekitar pukul 13.40 Wib, tim KPK meluncur ke Subang, Jawa Barat untuk mengamankan Ojang dan ajudannya. Disitu juga KPK menemukan uang di mobil Ojang.

Alhasil dari pemeriksaan selama 1x24 jam, KPK menetapkan 5 orang tersangka, mereka adalah Bupati Subang Ojang Sohandi (OJS), jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Deviyanti Rochaeni (DVR), jaksa Kejati Jawa Tengah yang sebelumnya bertugas di Kejati Jawa Barat Fahri Nurmallo (FN), serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Jajang Abdul Holik (JAH dan istrinya, Leni Marliani (LM).[zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya